TribunJabar/

Ridwan Kamil Singkap Mobil Listrik Bikinan Itenas, Biaya Pembuatannya Rp 1 Miliar

Mobil listrik tersebut menghabiskan biaya kurang lebih 1 milyar rupiah dalam tiga tahun proses pembuatannya.

Ridwan Kamil Singkap Mobil Listrik Bikinan Itenas, Biaya Pembuatannya Rp 1 Miliar
isal mawardi/tribun jabar
Mobil listrik Evhero bikinan Itenas. Mobil listrik ini menelan biaya Rp 1 Miliar dalam pembuatannya. Mobil diresmikan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil dan Rektor Institut Teknologi Nasional Bandung Imam Aschuri, Rabu (15/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isal Mawardi.

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Sebuah mobil terlihat ditutupi oleh sebuah sarung besar berwarna coklat muda di ruangan Bale Dayang Sumbi, Institut Teknologi Nasional Bandung, Rabu (15/11/2017).

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, bersama rektor Institut Teknologi Nasional Bandung Imam Aschuri, memegang tali yang terhubung dengan sarung mobil tersebut

"1... 2... 3...," seorang Master of Ceremony menghitung aba-aba.

Ketika hitungan ketiga terlontar dari mulut Master of Ceremony, Ridwan Kamil dan Imam bersama-sama menarik tali tersebut dan sarung tersebut terlepas.


Sebuah mobil sejenis sedan berwarna orange dengan nama Evhero yang terpampang di bagian mobil tersebut membuat mahasiswa Itenas dan orang -orang sekitar terkagum-kagum.

Mobil listrik tersebut menghabiskan biaya kurang lebih 1 milyar rupiah dalam tiga tahun proses pembuatannya.

Protoptipe mobil listrik Cross Over karya peneliti Itenas itu sebenarnya telah selesai dibangun, Oktober 2017.

Untuk menandai pemakaian untuk pertama kalinya, Itenas menggelar acara Peluncuran Mobil Listrik Itenas pada hari ini.

Mobil listrik Evhero dijalankan dengan mengandalkan motor penggerak jenis BLDC dengan daya sebesar 50 kWp, putaran 3000 4800 rpm, tegangan 70 V DC dengan pendingin liquid cooling.

Sumber utama untuk menggerakkan motor adalah baterai dengan kekuatan 200 Ah bertegangan 72 V.

Mobil yang cukup diisi 5 orang tersebut mempunyai keunikan, yaitu pintu mobil model camar.

"Mobil ini jangan di pamerkan saja, tapi juga produksi lebih banyak dan diperjualbelikan," ujar Ridwan Kamil.(*)


Penulis: Isal Mawardi
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help