TribunJabar/

Ada-ada Saja, Nonton Banjir Pun Harus Bayar Rp 2.000, Dalihnya untuk Biaya Parkir

Pengguna kendaraan harus membayar Rp 2.000 untuk memasuki wilayah genangan banjir

Ada-ada Saja, Nonton Banjir Pun Harus Bayar Rp 2.000, Dalihnya untuk Biaya Parkir
Tribunjabar/Seli Andina Miranti
Pemuda sekitar menarik bayaran dari motor yang masuk 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina Miranti

TRIBUNJABAR.CO.ID, SUMEDANG - Lebih dari sepekan sejak akses jalan Sumedang-Subang via Rancakalong terputus, masih banyak warga yang berdatangan ke lokasi banjir.

Banyak warga yang masih penasaran pada kondisi banjir di Kampung Cibawang, Desa Sukasirna, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, tersebut.

Baca: Bukan Makanan Mewah, Makanan Favorit Miss Internasional 2017 Itu Ternyata Cilok

Tak sedikit warga yang membawa kendaraan mendekati wilayah banjir, akibatnya jalan di dekat lokas banjir pun berubah menjadi parkiran dadakan.

Motor-motor berjajar di pinggir jalan bercampur dengan lapak dan gerobak para pedagang berbagai macam barang dagangan.


Jangan kira membawa motor itu gratis, karena di arah menuju ke lokasi banjir, para pemuda Karang Taruna Desa Sukasirna akan memberikan karcis masuk bagi setiap kendaraan yang memasuki wilayah tersebut.

Dalam kotak berisi karcis yang dipegang para pemuda tersebut bertuliskan "Motor Mobil 2000", atau pengguna kendaraan harus membayar Rp 2.000 untuk memasuki wilayah genangan banjir

Hal tersebut rupanya dikeluhkan sebagian warga yang penasaran, beberapa warga nampak keberatan bila harus membayar biaya parkir.

"Ini kan bukan tempat wisata, ini lokasi bencana, kenapa harus ada biaya parkir seperti itu?" ujar Rina (24), warga Tanjungsari yang mengunjungi lokasi banjir.


Serda Asep, Babinsa Desa Sukasirna, menjelaskan, penarikan tiket masuk hanya upaya sukarela Karang Taruna Desa Sukasirna untuk menjaga kendaraan para pengunjung.

Hal tersebut, menurutnya, agar tidak terjadi kehilangan kendaraan atau hal-hal yang tak diingin kan lainnya.

"Hasil yang terkumpul pun nantinya akan digunakan untuk keperluan warga juga," ujar Serda Asep.

Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help