TribunJabar/

Banjir di Kabupaten Bandung

Warga Cieunteung Terharu Bisa Bebas dari Derita Banjir

Puluhan warga Kampung Cieunteung, Kelurahan Baleendah gegap gempita menyambut pembebasan lahan rumah yang kerap terendam banjir . . .

Warga Cieunteung Terharu Bisa Bebas dari Derita Banjir
TRIBUN JABAR/YUDHA MAULANA
Suasana penuh haru sebelum proses penandatangan berkas pembebasan lahan untuk kolam retensi dimulai di aula Gedung Wakawuri, Baleendah, Kabupaten Bandung, Selasa (14/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yudha Maulana

TRIBUNJABAR.CO.ID, BALEENDAH - Keharuan kental terasa di dalam aula Gedung Wakawuri, Baleendah, Kabupaten Bandung, Selasa (14/11/2017).

Puluhan warga Kampung Cieunteung, Kelurahan Baleendah gegap gempita menyambut pembebasan lahan rumah yang kerap terendam banjir luapan Sungai Citarum selama bertahun-tahun lamanya.

Agus Sholehudin (52), warga RT 01/20, tak bisa menyembunyikan rasa harunya. Matanya berkaca-kaca ketika menandatangani berkas-berkas pembebasan lahan di loket-loket yang berjajajr di dalam aula.

"Setelah sekian lama diterjang banjir terus menerus, akkhirnya hari ini, kami menerima ganti lahan, walau tidak diberikan dalam bentuk uang secara langsung, tapi kami menerima ATM untuk dicairkan, kami sangat berterima kasih kepada pemerintah," ujar Sholehudin usai menandatangani berkas, Selasa (14/11/2017).

Baca: Amien Rais Hadiri Sidang Vonis Buni Yani, Suasana Ruang Sidang Mendadak Berubah

Pada tahap II pembebasan lahan ini, Sholehudin menerima Rp. 104 juta untuk 28 meter persegi bidang lahan yang dimilikinya.

Ia pun hanya bisa menerima, walau sebenarnya khawatir uang tersebut apakah cukup untuk membeli rumah lagi atau tidak.

Sholehudin (52), warga Kampung Cieunteung, terharu ketika menandatangani berkas pembebasan lahannya untuk kolam retensi di aula Gedung Wakawuri, Baleendah, Kabupaten Bandung, Selasa (14/11/2017).
Sholehudin (52), warga Kampung Cieunteung, terharu ketika menandatangani berkas pembebasan lahannya untuk kolam retensi di aula Gedung Wakawuri, Baleendah, Kabupaten Bandung, Selasa (14/11/2017). (TRIBUN JABAR/YUDHA MAULANA)

"Ketika berbicara puas atau tidak puas, pastinya ada ketidakpuasan, tapi kalau seandainya kami memaksakan kehendak, karena ketidakpuasan tersebut, akan memakan waktu lama lagi, kami akan lebih rugi," katanya.

Penjual sayuran di Pasar Baleendah itu, mengatakan selama ini, ia tinggal bersama keluarganya di rumah susun sewa (Rusunawa) Baleendah. "Pastinya berat ya bagi kami, walau di rusunawa, bebas banjir, tapi banyak yang harus dipersiapakan ke sana, apalagi setiap bulannya kami harus membayar uang sewa," ujarnya.

Kampung Cieunteung merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Baleendah yang mengalami dampak kerugian yang besar. Pasalnya, ketinggian air bisa mencapai empat hingga lima meter bila banjir tiba. Kini, Balai Besar Wilayah Citarum mengubah wilayah 8,7 hektar itu menjadi kolam retensi.

Proses pembebasan lahan pun, masih berlangsung dan dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum.

Pada tahap kedua ini rencananya ada 146 bidang di RW 20 (RT 01,02,03, dan 04) dan 268 bidang di RW 28 (RT 01 dan 02) dengan nilai ganti rugi mencapai Rp. 112 miliar lebih dan dilangsungkan selama tiga hari hingga 16 November mendatang. (*)

Penulis: Yudha Maulana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help