TribunJabar/

Walau Berasal dari Jawa, Ternyata Burung Jalak Kerbau Justru Lebih Aman Terbang Bebas di Singapura

"Saat ini di Singapura Burung Jalak Kerbau bisa terbang liar, padahal burung jalak kerbau berasal dari Jawa," ujar Aan Sulhan.

Walau Berasal dari Jawa, Ternyata Burung Jalak Kerbau Justru Lebih Aman Terbang Bebas di Singapura
TRIBUNJABAR.CO.ID/PUTRI PUSPITA
Burung jalak kerbau dalam proses pelatihan pelepasliaran di kandang jaring, di Kebun Binatang Bandung, Jalan Taman Sari No 6, Selasa (14/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Pernahkah Anda berpikir jika Kota Bandung akan indah jika burung bisa terbang bebas dan berkicau gembira tanpa ada ancaman?

Mungkin harapan tersebut bisa terwujud jika burung liar berhenti ditangkap secara ilegal.

Saat ini Kebun Binatang Bandung (KBB) akan melakukan uji coba melepas Burung Jalak Kerbau yang dikenal sebagai burung yang memiliki kicauan merdu.

Burung Jalak yang berwarna hitam serta memiliki kaki dan paruh berwarna kuning ini seringkali dijadikan binatang peliharaan di rumah.

Marketing Komunikasi Kebun Binatang Bandung, Aan Sulhan mengatakan nantinya akan ada sosialisasi untuk pengunjung supaya tidak menangkap burung jalak sembarangan.


Ia berharap Bandung bisa seperti negara lain yang mampu melestarikan binatang di alam terbukanya.

"Saat ini di Singapura Burung Jalak Kerbau bisa terbang liar, padahal burung jalak kerbau berasal dari Jawa," ujar Aan Sulhan di Kebun Binatang Bandung, Jalan Taman Sari No 6, Selasa (14/11/2017).

Kebun Binatang Bandung mengikuti program Silent Forest Eaza dari lembaga International Union for the Conservation of Nature (IUCN), di mana kota akan dipercantik dengan kicauan burung yang terbang bebas.

Dalam program ini, Kebun Binatang Bandung akan melepaskan 40 ekor Burung Jalak Kerbau pada Sabtu, 18 November 2017.

Burung Jalak Kerbau akan dilepas di area KBB, karena burung yang memang sering dijadikan peliharaan ini khawatir akan ditangkap oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Walaupun dilepasliarkan, KBB tetap memberikan fasilitas yang memasuki kategori standar internasional, yang ditinjau langsung oleh Simon Bruslund, Vice Campaign untuk program Silent Forest Eaza.

Penulis: Putri Puspita Nilawati
Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help