TribunJabar/

Sidang Buni Yani

Polrestabes Bandung Siapkan Tiga Unit Barracuda dan Ribuan Personel untuk Amankan Sidang Buni Yani

AKBP Febry Ma'ruf mengatakan sudah mempersiapkan pengamanan berjalannya sidang sesuai prosedur yang berlaku.

Polrestabes Bandung Siapkan Tiga Unit Barracuda dan Ribuan Personel untuk Amankan Sidang Buni Yani
TRIBUNJABAR.CO.ID/DANIEL DAMANIK
Suasana di depan lokasi sidang Buni Yani, di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (14/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Sidang pembacaan vonis terhadap Buni Yani berlangsung di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (14/11/2017).

Kabag Ops Polrestabes Bandung, AKBP Febry Ma'ruf mengatakan sudah mempersiapkan pengamanan berjalannya sidang sesuai prosedur yang berlaku.

"Kami juga menyiapkan tiga unit kendaraan Barracuda untuk mengangkut Jaksa, Hakim dan Buni Yani, itupun jika diperlukan, nanti penggunaannya sesuai situasi setelah persidangan," kata AKBP Febry Ma'ruf di lokasi persidangan.

Febry mengatakan pihaknya menyiapkan 1.032 personel kepolisian dan sekira 800 personel di lokasi sidang untuk mengamankan jalannya sidang.

"Jumlah personel ini merupakan dua kali lipat dari jumlah personel di persidangan sebelumnya. Antisipasi semakin ditingkatkan, karena massa pendukung yang melakukan aksi juga bertambah," kata Febry.

Pihak Polrestabes Bandung juga sudah mempersiapkan sejumlah skenario pengamanan pasca pembacaan putusan terhadap Buni Yani.

Setelah dibacakan vonis terhadap Buni Yani, Febry mengatakan pihaknya akan membawa Buni Yani ke tempat yang lebih kondusif.

"Segala skenario sudah kami siapkan, untuk situasi aman maupun rawan, kami tetap waspada," katanya.

Pantauan Tribun Jabar, kawat berduri dibentangkan di depan Gedung persidangan tepat di dekat lokasi aksi mendukung Buni Yani.

Sidang terbuka untuk umum, namun Febry mengatakan pihaknya tetap memeriksa barang bawaan dari pengunjung persidangan.

"Situasi ruang sidang sangat penuh, jadi kami membatasi orang yang masuk, karena kapasitas ruangan tidak mencukupi lagi," kata Febry.

Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help