TribunJabar/

Mesin Penyedot Air dan Eskavator yang Dikerahkan untuk Banjir Rancakalong Tidak Efektif

Penanganan banjir di kawasan Rancakalong, Kabupaten Sumedang dinilai warga berjalan lambat.

Mesin Penyedot Air dan Eskavator yang Dikerahkan untuk Banjir Rancakalong Tidak Efektif
TRIBUNJABAR.CO.ID/SELI ANDINA
Alat berat dan mesin air diturunkan untuk menanggulangi banjir di kawasan Rancakalong, Kabupaten Sumedang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina

TRIBUNJABAR.CO.ID, SUMEDANG - Penanganan banjir di kawasan Rancakalong, Kabupaten Sumedang dinilai warga berjalan lambat.

Untuk banjir yang debit air dan ketinggiannya bertambah dengan cepat, penanganan banjir menggunakan mesin pompa penyedot air dianggap tak banyak membantu warga.

Sementara eskavator yang dikerahkan perusahaan penanggung jawab disposal, atau buangan tanah dari proyek Tol Cisumdawu, berjalan lamban.

Lambannya penanganan banjir pun diakui oleh Kepala Desa Sukasirna, Undang Nuryadin, ketika ditemui Tribun Jabar di lokasi disposal atau buangan tanah dari proyek Tol Cisumdawu, di Kampung Cibawang, Desa Sukasirna, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, Selasa (14/11/2017).


Undang Nuryadin menjelaskan penanganan banjir dilakukan melalui dua cara.

Selain melakukan pengurangan beban tanah menggunakan alat berat seperti eskavator, penanganan pun dilakukan dengan menyedot air banjir menggunakan mesin penyedot air.

"Eskavator itu dibilang efektif juga betul, karena hanya mengurangi beban gorong-gorong Sungai Cibawang yang tertimbun tanah," ujar Undang Nuryadin.

Sementara itu, penyedotan air terus dilakukan menggunakan tiga mesin penyedot air yang sayangnya tidak begitu efektif.

Air tak bisa tersedot secara maksimal karena kontur tanah berupa lereng curam sehingga air kesulitan melewati lereng, meski sudah dibantu mesin penyedot air.

"Kita tunggu saja hasilnya, perusahaan sudah berupaya menangani ini (banjir) sejak awal," ujar Undang Nuryadin.

Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help