TribunJabar/

Sidang Buni Yani

Kecewa dengan Majelis Hakim, Penasihat Hukum Buni Yani Ikut Berorasi: Ahli Dikesampingkan, Gila!

Penasihat hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian berorasi di depan Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung yang menjadi lokasi sidang.

Kecewa dengan Majelis Hakim, Penasihat Hukum Buni Yani Ikut Berorasi: Ahli Dikesampingkan, Gila!
Tribunjabar/Theofilus Richard
Buni Yani divonis 1 tahun 6 bulan, Selasa (14/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Usai sidang vonis Buni Yani, penasihat hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian berorasi di depan Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung yang menjadi lokasi sidang, Selasa (14/11/2017).

Menurut dia, Buni Yani adalah korban kriminalisasi.

"Buni Yani itu seorang dosen, bukan politisi, tapi dikriminalisasi," ujarnya dalam orasi.

Ia kecewa karena menganggap majelis hakim mengabaikan fakta persidangan.

"Tidak ada satu pun fakta di persidangan yang menjelaskan siapa potong video dan sebagainya. Ini Buni Yani dikriminalisasi dan akan kami lawan!"

Ia juga mengaku kecewa karena fakta yang dianggap meringankan Buni Yani tidak digunakan sebagai pertimbangan majelis hakim.


Selain itu, ia menganggap bahwa majelis hakim lebih mempertimbangkan ahli yang dianggapnya tidak kredibel.

"Ahli, Prof Yusril, Prof Muzakir dikesampingkan. Terus, yang didengar siapa? Ahli pidana yang S3-nya perdata arbitrase. Gila atau gila?!" kata Aldwin Rahadian.

Halaman
12
Penulis: Theofilus Richard
Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help