TribunJabar/

Dituduh Hambat Penyidikan Kasus e-KTP, Pengacara Setya Novanto Dilaporkan

Diketahui Fredrich dilaporkan karena menyarankan Setya Novanto untuk tidak memenuhi panggilan penyidik KPK

Dituduh Hambat Penyidikan Kasus e-KTP, Pengacara Setya Novanto Dilaporkan
Tribunnews.com/Fitri Wulandari
Advokat Petrus Selestinus 

TRIBUNJABAR.CO.ID, JAKARTA- Perhimpunan Advokat Pendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (13/11/2917) melaporkan Fredrich Yunadi, pengacara Ketua DPR, Setya Novanto.

Fredrich Yunadi dilaporkan atas dugaan menghambat atau merintangi penyidikan kasus dugaan korupsi e-KTP yang dilakukan lembaga antikorupsi.

"(Dilaporkan) karena telah melakukan tindakan menghambat atau merintangi KPK dalam melakukan penyidikan terhadap kasus e-KTP yang saat ini berjalan," ujar perwakilan Perhimpunan Advokat Pendukung KPK, Petrus Selestinus di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Tak hanya Fredrich Yunadi, Perhimpunan Advokat Pendukung KPK juga melaporkan Setya Novanto, Plt Sekjen DPR Damayanti dan Sandy Kurniawan, anggota tim kuasa hukum Setya Novanto.


Diketahui Fredrich dilaporkan karena menyarankan Setya Novanto untuk tidak memenuhi panggilan penyidik KPK untuk ketiga kalinya pada Senin (13/11/2017).

Selain menyebut pemanggilan Setya Novanto harus berdasar izin Presiden, Fredrich Yunadi menyatakan sebagai anggota DPR, Setya Novanto memiliki hak imunitas yang tidak dapat dituntut penegak hukum.

Damayanti diketahui menandatangani surat ketidakhadiran Setya Novanto saat dipanggil penyidik KPK pada Senin (6/11/2017) lalu.

Baca: Sambil Teteskan Air Mata, Gianluigi Buffon Umumkan Pensiun dari Timnas

Menurut Petrus, surat yang ditandatangani Damayanti itu menandakan tindak pidana merintangi penyidikan tidak hanya dilakukan orang perorang tetapi telah menggunakan institusi negara, yakni DPR.

Halaman
12
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help