TribunJabar/

Tiga Ruangannya Ambruk dan Berada di Zona Rawan Bencana, SMPN 3 Sukaresmi Cianjur Ditutup

Sebanyak 299 pelajar SMPN 3 Sukaresmi di Kampung Rawabelut, Kecamatan Sukaresmi, terpaksa pindah sekolah karena sekolahnya diberi garis polisi.

Tiga Ruangannya Ambruk dan Berada di Zona Rawan Bencana, SMPN 3 Sukaresmi Cianjur Ditutup
TRIBUNJABAR.CO.ID/FERRI AMIRIL MUKMININ
Para pelajar SMPN 3 Sukaresmi melihat sekolah mereka yang ambruk, Senin (13/11/2017). Setelah ambruknya ruangan kelas, SMPN 3 Sukaresmi diberi garis polisi dan dilarang untuk digunakan sebagai sekolah. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.CO.ID, CIANJUR - Sebanyak 299 pelajar SMPN 3 Sukaresmi di Kampung Rawabelut, Kecamatan Sukaresmi, terpaksa pindah sekolah karena sekolahnya diberi garis polisi setelah tiga ruangannya ambruk.

Pemberian garis polisi dilakukan Polsek Sukaresmi dengan disaksikan oleh Camat Sukaresmi, kepala sekolah, guru, dan para pelajar, Senin (13/11/2017).

Camat Sukaresmi, Aris Haryanto mengatakan pihaknya resmi menutup sekolah tersebut setelah berdiskusi dengan unsur muspika dan unsur pemerintah Kabupaten Cianjur.

Pertimbangan yang dilakukan karena sekolah tersebut berada di zona merah rawan bencana longsor dan pergerakan tanah.

Setelah tiga ruangan ambruk, kemarin terjadi retakan kembali di kelas 9.


"Kami tutup karena sekolah ini masuk ke dalam zona merah rawan bencana," ujar Aris setelah meninjau lokasi sekolah dan memberikan motivasi bagi pelajar dan guru.

Aris mengatakan bahwa kegiatan belajar akan dipindahkan ke Sekolah Dasar Negeri Chandra Kusumah yang tak jauh dari lokasi SMPN 3 Sukaresmi.

Pelajar SMPN 3 Sukaresmi semuanya akan sekolah siang setelah kegiatan belajar mengajar selesai untuk murid SDN Chandra Kusumah.

Halaman
123
Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help