TribunJabar/

Ibu Hamil di Naringgul Diwajibkan Menanam Pisang

Cara yang dilakukan setiap puskesmas di Jawa Barat untuk membangun kesehatan masyarakat yang lebih baik ternyata sangat beragam dan unik.

Ibu Hamil di Naringgul Diwajibkan Menanam Pisang
Tribun Jabar/Muhammad Syarif Abdussalam
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan memberikan penghargaan kepada Kepala Puskesmas Naringgul pada HKN di Gedung Sate, Senin (13/11/2017) 

Geliat pembangunan SDM di Jabar, Bagian 2

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG  - Cara yang dilakukan setiap puskesmas di Jawa Barat untuk membangun kesehatan masyarakat yang lebih baik ternyata sangat beragam dan unik.

Contohnya, Puskesmas Naringgul di Kabupaten Cianjur mengharuskan ibu hamil untuk menanam dua puluh pohon pisang.

Kepala Puskesmas Naringgul, Ijuh Sugandi, mengatakan kewajiban menanam pohon pisang ini ternyata secara tidak langsung dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi, bahkan mengatasi masalah gizi buruk terhadap bayi.

"Nanti pohon pisang tersebut berbuah saat sang ibu melahirkan. Setiap kali panen, pisangnya dijual dan hasilnya untuk biaya hidup seusai persalinan. Hasil penjualan pisang itu juga, bisa untuk membeli makanan bergizi untuk ibu tersebut sehingga bayi yang meminum ASI-nya tumbuh sehat. Juga untuk membeli kebutuhan bayi atau makanan tambahan," kata Ijuh saat ditemui seusai meraih penghargaan dari Gubernur atas prestasinya di bidang kesehatan tersebut.

Menurut Ijuh, puluhan ibu hamil di Naringgul sudah melakukan program menanam pohon pisang tersebut sejak awal tahun.

Sejak dua tahun lalu pun akhirnya tidak ada kasus kematian ibu dan bayi di Naringgul.

Kreativitas puskesmas tersebut, katanya, terinspirasi dari kearifan lokal dan gerakan kepala desa di wilayahnya yang mengentaskan kemiskinan hanya dengan menanam pohon pisang.

"Kalau kebutuhan persalinan sudah dibiayai BPJS Kesehatan. Tapi dengan menanam pohon pisang ini, ibu yang baru melahirkan jadinya punya uang tambahan untuk biaya setelah persalinan dan membeli makanan bergizi untuk keluarganya," katanya.

Ijuh mengatakan selama ini permasalahan kesehatan erat kaitannya dengan kondisi ekonomi warganya.

Halaman
12
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help