TribunJabar/

Buang Sampah Sembarangan, 48 Warga Terjaring Operasi Tangkap Tangan

Sebanyak 48 orang terjaring membuang sampah sembarangan dalam operasi tangkap tangan (OTT)

Buang Sampah Sembarangan, 48 Warga Terjaring Operasi Tangkap Tangan
istimewa
Ilustrasi bak sampah 

TRIBUNJABAR.CO.ID, CIANJUR - Sebanyak 48 orang terjaring membuang sampah sembarangan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Dinas Lingkungan Hidup Cianjur dalam sepekan terakhir. Satgas menangkap puluhan pembuang sampah sembarangan tersebut di titik-titik pembuangan liar di sekitar kota Cianjur.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur, Yoni Raleda mengatakan, sebagian besar pembuang sampah berasal dari wilayah yang jauh dari lokasi. Menurutnya, mayoritas orang membuang di titik yang diamati dengan menggunakan kendaraan pribadi. Jadi, masyarakat tidak segan berjauh-jauh untuk membuang sampah, biarpun titik pembuangan jauh.
Ia mengatakan mereka yang tertangkap beralasan sekalian lewat hendak bekerja atau berangkat beraktivitas dari rumahnya.
”Mereka masih belum disiplin dan peduli sekalipun aturan sudah disebarluaskan,” ujarnya, saat dihubungi melalui telepon, Minggu (12/11).

Tim satgas juga menemukan ada pihak yang membuang tujuh karung berisi bangkai ayam sembarangan. Setelah melakukan penelusuran, ternyata karung ayam tersebut merupakan buangan dari rumah potong hewan. Sayangnya, tidak ada bukti konkret untuk menjerat pembuangnya.

Banyaknya tempat pembuangan sampah di pinggir jalan, dinilai mengundang orang untuk sembarang melempar sampah mereka. Bahkan, hal itu disebut sebagai tren di Cianjur.

”Orang yang jalan atau naik kendaraan sekalipun, merasa bebas membuang sampah ketika lihat ada tumpukan sampah di jalan. Padahal, belum tentu itu TPS legal, nah itu yang menjadi masalah,” katanya.

Pihaknya mendesain bak sampah yang dibuat menjorok dari jalan utama. Hal itu dilakukan, untuk meminimalkan orang yang membuang sampah dengan cara asal melempar ke tempat pembuangan.

”Sekaligus untuk membiasakan masyarakat, membuang sampah di tempat yang benar. Karena semua pihak harus disiplin, supaya lingkungan juga kondusif,” ujarnya.

Pihak DLH juga menerapkan sanksi kepada pelanggar. Saat ini, sanksi senilai Rp 50 ribu memang masih dianggap kurang memberikan efek jera.

Ia mengajukan kepada Bupati Cianjur untuk memaksimalkan nilai sanksi hingga Rp 500 ribu. Hanya saja, karena tindakan membuang sampah sembarangan tergolong ke dalam pasal pelanggaran, maka perubahan sanksi pun harus ditempuh melalui Perda.(fam)

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ferri Amiril Mukminin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help