Home »

Opini

» Podium

Paku dan Palu Mematikan

Namun paku bisa menjadi alat yang mematikan.Lihat nasib Wawan yang tewas karena menelan paku. Dan ketuk palu Setnov untuk Dedi Mulyadi

Paku dan Palu Mematikan
Tribunnews.com/Wahyu Aji
Ridwan Kamil dan sejumlah pengurus DPPGolkar saat pengumuman bakal calon Gubernur Jabar 

TRIBUNJABAR.CO.ID - PAKU dan palu lazimnya adalah dua alat dan bahan kerja yang saling melengkapi.Tanpa paku, maka fungsi palu kurang optimal. Sedangkan tanpa palu, maka paku bisa menjadi barang tak berguna. Begitulah fungsi dua alat itu bagi rumah tangga.

Namun paku bisa menjadi alat yang mematikan. Lihat saja nasib Wawan (44), warga Jalan Bebedahan, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya yang meninggal dunia, Kamis (9/11/2017). Pria yang menjadi pekerja bangunan itu tewas mengenaskan gara-gara menelan 47 paku berukuran 7-12 cm.

Meski paku-paku itu berhasil dikeluarkan dari lambung dan perutnya, nyawa Wawan tak tertolong. Ada yang menyebut Wawan menelan paku lantaran stres setelah becaknya raib. Ada juga yang menyebut Wawan sedang belajar ilmu kebal. Namun faktanya, paku-paku itu merusak organ tubuh Wawan hingga infeksi menyebar.

Wawan tewas tepat di hari Kamis, 9 November 2017. Pada hari bersamaan,dari markas utama Partai Golkar, Slipi Jakarta, palu Golkar mematikan peluang Dedi Mulyadi yang selama ini bersemangat untuk maju menjadi calon Gubernur Jawa Barat. Bukan tanpa dasar, Dedi selama ini getol menggelorakan namanya sebagai bakal cagub Jabar, karena merasa memiliki modal kuat yakni sebagai Ketua DPD Golkar Jawa Barat.

Namun Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto berkata lain. Palu Golkar sudah ia ketuk. Ridwan Kamil menjadi pilihan Golkar di tingkat pusat.

Baca: Tablig Akbar di Garut Berlangsung Aman, Ustaz Bachtiar Nasir Serukan Perlawanan Terhadap PKI

Kang Emil, sapaan akrabnya disandingkan dengan Daniel Muttaqien untuk merebut kursi Jabar I dan II. Daniel tak lain anak dari pasangan Irianto MS Syafiuddin atau yang biasa disapa Yance, dan Anna Sopahah. Yance merupakan mantan Bupati Indramayu dan Anna merupakan bupati yang saat ini menjabat.

Daniel juga pernah menjabat sebagai anggota DPRD Jawa Barat (2009-2014). Ia juga aktif di Organisasi, antara lain menjabat Ketua Pemuda Pancasila Jawa Barat. Ia juga merupakan salah satu anggota Dewan Penasihat Anggota Muda Partai Golkar, serta aktif di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

Bersamaan dengan palu yang diketuk Setya Novanto (Setnov), diputuskan pula nama Nurul Arifin yang diusung Golkar untuk menggantikan posisi Ridwan Kamil. Nurul diusung Golkar menjadi calon Wali Kota Bandung. Nurul yang selama ini menjadi staf khusus Setnov, berpasangan dengan calon dari Partai Demokrat yakni Chairul Yaqin Hidayat (Ruli Hidayat).

Sama seperti Dedi Mulyadi, ketuk palu Golkar-Demokrat untuk pasangan Nurul-Ruli ini juga mematikan peluang Yossi Irianto. Sebelumnya DPC Demokrat Kota Bandung merekomendasikan nama Sekda Kota Bandung ini untuk menjadi calon Wali Kota dari Demokrat.

Kini palu telah diketuk. Peluang Dedi Mulyadi untuk maju dari Golkar sudah tertutup rapat. Begitu pula nama Yossi Irianto yang sebelumnya kencang dirumorkan akan diusung Demokrat dan Golkar.

Dedi dan Yossi seperti berharap agar palu Golkar ini tak dilengkapi dengan paku-paku tajam mematikan. Justru dengan paku-paku kecil, Dedi dan Yossi berharap bisa menggantungkan keinginannya menjadi cagub atau calon wali kota dari partai lain.

Baca: Ditinggal Golkar, Kiai Maruf Sebut Dedi Mulyadi Penyabar dan Akan Tetap Maju di Pilgub Jabar

Dedi kini mulai mendekat ke PDI Perjuangan. Bukan hal mudah bagi Dedi menaklukkan hati Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri agar diberi restu untuk maju di Jabar. PDIP masih menimbang sejumlah nama. Dan biasanya, Megawati lebih senang di injury time memutuskan akan mengusung siapa jikalau tak ada kadernya yang dirasa kuat menjadi petarung di daerah tersebut.

Kita berharap semoga kontestasi di Jawa Barat dan Kota Bandung ini nantinya bisa mengusung calon-calon terbaik yang memiliki visi membangun seiring dengan visi pemerintah pusat yang meletakkan pembangunan infrastruktur sebagai terobosan utama guna menyejahterakan rakyat.

Penulis: Yulis Tribun Jabar
Editor: Yulis Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help