TribunJabar/

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun, Wawan 'Manusia Pemakan Paku' Meninggal Dunia

Walau mendapat perawatan di ruang ICU, kondisinya sempat membaik. Tetapi kemudian. . .

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun, Wawan 'Manusia Pemakan Paku' Meninggal Dunia
Tribun Jabar/Firman Suryaman
Wati (42) dan Sindi (12), istri dan anak bungsu Wawan, tampak berduka walau mereka menerima takdir atas kepergian Wawan untuk selama-lamanya. 
TRIBUNJABAR.CO.ID, TASIKMALAYA - Manusia pemakan paku, Wawan (44), warga Jalan Bebedahan, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, meninggal dunia, Kamis (9/11/2017) subuh di RSU dr Soekardjo.
Walau tim dokter berhasil mengeluarkan 47 paku dari tubuhnya, bapak beranak dia ini akhirnya tak bisa bertahan.
Wawan sempat menjalani perawatan di RSU dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya, selama 10 hari dan menjalani operasi Kamis (2/11/2017).
Saat itu tim dokter berhasil mengeluarkan 47 paku ukuran 7-12 cm.

Walau mendapat perawatan di ruang ICU, kondisinya sempat membaik. Tetapi kemudian drop beberapa hari lalu.
Seperti diketahui, Wawan nekat memakan puluhan paku 7-12 cm saat bekerja sebagai buruh bangunan. Dia selama ini diduga mengalami depresi setelah kehilangan becak miliknya.
Dia kemudian menjalani operasi di RSU dr Soekardjo.
Tim operasi berhasil mengeluarkan sebanyak 47 paku dari dalam tubuhnya. 
Sebelum dioperasi dokter juga sempat mengeluarkan satu paku yang menyembul dari perut korban.
"Wawan diketahui mulai drop sejak beberapa hari ini. Diantaranya  dia mengalami kekurangan albumin. Kami sempat menyuntikan zat penyembuh luka itu. Tapi Tuhan berkehendak lain," kata Kabid Pelayanan RSU dr Soekardjo, dr Budi Tirmadi.
Suasana duka menyelimuti keluarga Wawan. Istri almarhum, Wati (42), serta kedua anaknya, Nandang (17) dan Sindi (12), berkumpul dan menerima pelayat yang terus berdatangan.
Mereka mengaku tak menyangka Wawan pergi begitu cepat.
Terlebih sehari sebelumnya terlihat masih segar.

Namun mereka menerima kepergian Wawan sebagai takdir Ilahi.
"Kang Wawan bahkan sadar sampai menghembuskan nafas terakhirnya. Sejak dua hari lalu dia selalu menyatakan ingin pulang. Ingin istirahat di rumah saja. Mungkin itu firasat, Kang Wawan akan meninggalkan kami untuk selama-lamanya. Kami pasrah dan menerima sebagai takdir Allah SWT," kata Ani (39), adik ipar Wawan, mewakili keluarga.
Menurut Ani, pihak keluarga merasa sangat kehilangan, terlebih tidak ada pesan apa-apa sebelumnya.
"Dia hanya ingin pulang ke rumah dan bertemu Sindi. Padahal Sindi sendiri setiap hari ke rumah sakit. Sindi memang anak kesayangan Kang Wawan," ujarnya.
Wawan dimakamkan di tempat pemakaman kampung setempat. Dari rumah sakit sekitar pukul 03.00 langsung disemayamkan di rumah duka.

Pagi harinya dimakamkan dengan diantar ratusan warga.
"Jumlah pengantar sampai memenuhi makam. Dia kan sudah terkenal sejak heboh memakan paku," kata Sumarno (55), petugas pemakaman. 
Penulis: Firman Suryaman
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help