Pengalaman Seniman Street Art, Mulai Dari Ditangkap Polisi Sampai Disuruh Mengecat Ulang Tembok

Pernah ditangkap dan menginap di kantor polisi selama semalam itu menjadi pengalaman yang berharga buat seorang seniman street art.

Pengalaman Seniman Street Art, Mulai Dari Ditangkap Polisi Sampai Disuruh Mengecat Ulang Tembok
TRIBUNJABAR.CO.ID/FERRY FADHLURRAHMAN
Grafitti karya seniman street art di Jalan Tamansari, Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferry Fadhlurrahman

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Labib Santika, seorang seniman street art, mengatakan kepada Tribun Jabar bahwa bukti seseorang sudah jadi seniman street art yang ahli itu kalau sudah pernah ditangkap polisi.

Menurut Labib Santika, ketika seniman pernah ditangkap dan menginap di kantor polisi selama semalam itu menjadi pengalaman yang berharga buat seorang seniman street art.

"Kalau ketangkap ya paling ditahan semalam, besoknya disuruh ngecat ulang," ujar Labib Santika sambil tertawa, Minggu (5/11/2017) di Bandung.

Labib Santika bersama teman-temannya pernah ditangkap polisi satu kali.

Namun, para seniornya lebih sering tertangkap oleh Polisi. Karena pada beberapa tahun lalu, street art dan graffiti belum mempunyai tempat di Bandung.


Labib Santika bercerita tentang hukuman paling berat selain ditahan adalah mengecat ulang tembok yang sudah digambari.

Biasanya dicat putih dan catnya pun beli sendiri.

Tempat yang biasanya harus dicat ulang adalah tempat-tempat umum yang dikelola oleh Pemerintah Kota.

Sedangkan tempat-tempat yang sifatnya pribadi bisa digambari bila meminta izin dulu kepada pemiliknya.

Namun, Labib Santika juga terkadang suka curi kesempatan bila ada tembok kosong dan tidak meminta izin pemiliknya terlebih dahulu.

Penulis: Ferry Fadhlurrahman
Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help