TribunJabar/
Home »

Garut

Anggota DPR RI Ini Sebut Semangat Warga Kelola Sampah Lemah, Program Pemerintah Tak Jalan

"Masalahnya masyarakat mau melaksanakan tidak program pengolahan ini. Contoh sampah yang dijadikan pupuk organik ini mau dijual kemana?

Anggota DPR RI Ini Sebut Semangat Warga Kelola Sampah Lemah, Program Pemerintah Tak Jalan
Tribunjabar/Firman Wijaksana
Anggota Komisi VII DPR RI, Dony Maryadi Oekon 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.CO.ID, GARUT - Sampah masih menjadi persoalan yang belum bisa teratasi. Padahal sejumlah program pengolahan sampah telah digulirkan pemerintah maupun organisasi masyarakat.

Anggota Komisi VII DPR RI, Dony Maryadi Oekon, mengatakan, semangat masyarakat masih lemah dalam mengelola sampah. Program yang dijalankan pemerintah seperti bank sampah belum bisa berjalan baik.

Baca: Nenek Pencari Kayu Bakar Itu Sudah Lima Hari Hilang di Hutan Cikole Lembang, Diyakini Masih Hidup

"Masalahnya masyarakat mau melaksanakan tidak program pengolahan ini. Contoh sampah yang dijadikan pupuk organik ini mau dijual kemana? Itu yang membuat masyarakat malas karena distribusinya belum jelas," ujar Dony usai pelatihan dan diseminasi pengolahan sampah menjadi pupuk organik di Fave Hotel, Jalan Cimanuk, Kabupaten Garut, Sabtu (4/11/2017).


Menurutnya, pemerintah dan DPR terus menjembatani agar pengolahan sampah bisa dijalankan. Salah satunya dengan memberikan bantuan teknologi dan pelatihan. Jika sampah tak ditangani, nantinya akan terus menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

"Pemerintah harus punya program untuk masalah sampah. Seperti soal subsidi pupuk organik nantinya akan dibeli pemerintah. Pupuknya bisa dikembalikan ke masyarakat," katanya.

Proyek percontohan pengolahan sampah di Garut, lanjutnya, salah satunya berada di Wanaraja. Kelompok masyarakat di Wanaraja telah berhasil mengolah sampah dan menambah pemasukan bagi masyarakat.


"Saya harap keberhasilan tersebut bisa menyebar ke masyarakat di wilayah lain. Jika masyarakat sadar, masalah sampah tidak akan saling menyalahkan lagi," katanya.

Di wilayah perkotaan Garut saja, setiap harinya terdapat 600 meter kubik sampah yang diangkut ke TPA Pasirbajing. Tak jarang masih banyak sampah yang tak terangkut karena keterbatasan mobil sampah.

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help