TribunJabar/

Sidang Buni Yani

Buni Yani Memberi Judul "Kebenaran Tertinggi" Pada Nota Pembelaannya

"Kami beri judul pledoi kami itu summum bonum, artinya kebenaran tertinggi," ujar Buni Yani kepada wartawan.

Buni Yani Memberi Judul
TRIBUNJABAR.CO.ID/THEOFILUS RICHARD
Buni Yani di sidang pembacaan replik oleh JPU, Selasa (24/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Sidang pembacaan nota pembelaan kasus dugaan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan terdakwa Buni Yani sudah berlangsung pada Selasa (17/10/2017) lalu.

Tetapi Buni Yani baru saja menceritakan hari ini, Selasa (24/10/2017), bahwa ternyata nota pembelaannya memiliki judul.

Cerita itu dibagikan di tengah wawancara usai sidang pembacaan replik oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Kami beri judul pledoi kami itu summum bonum, artinya kebenaran tertinggi," ujarnya kepada wartawan.

Ia menyebut kata summum bonum adalah pegangan bagi peneliti dan wartawan.


Nama itu diberikan pada nota pembelaan karena merasa adanya ketidakbenaran dari dakwaan dan tuntutan JPU.

Ia menganggap JPU menuntut tidak sesuai fakta persidangan.

"Dia melanggar fakta, dia menuduh saya tidak berdasarkan fakta. Jadi semua adalah kebohongan yang dia gunakan untuk menuduh saya," kata Buni Yani.

Buni Yani juga menyatakan kekecewaannya saat mendengar pembacaan replik oleh JPU.

Menurutnya isi replik tidak berdasarkan fakta persidangan.

Sebelumnya Buni Yani dituntut hukuman dua tahun pidana dan denda Rp 100 juta, subsider kurungan tiga bulan.

Setelah JPU membacakan replik, majelis hakim menunda sidang hingga Selasa (31/10/2017).

Agenda sidang selanjutnya adalah pembacaan duplik oleh penasihat hukum Buni Yani.

Penulis: Theofilus Richard
Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help