TribunJabar/

Pembangunan Rumah Sakit Orthopaedi di Ciamis Dimulai

RSOP Ciamis ini dibangun diatas lahan seluas sekitar 1 hektar di Desa Cijeungjing tak jauh dari Gapura Selamat Datang dan Kantor Camat Cijeungjing

Pembangunan Rumah Sakit Orthopaedi di Ciamis Dimulai
tribunjabar/andri m dhani
Bupati Ciamis Iing Syam Arifin
TRIBUNJABAR.CO.ID, CIAMIS – Ciamis akan menjadi kota pertama di Jabar Selatan bahkan mungkin di Jabar yang memiliki rumah sakit khusus orthopaedi (RSOP).
Dan pembangunan RSOP Ciamis tersebut sudah dimulai Minggu (22/10) dengan peletakan batu pertama (ground breaking) yang dilakukan oleh Bupati Ciamis Drs H Iing Syam Arifin.
RSOP Ciamis ini dibangun diatas lahan seluas sekitar 1 hektar di Desa Cijeungjing tak jauh dari Gapura Selamat Datang dan Kantor Camat Cijeungjing di sisi jalan raya Ciamis-Banjar (Jalan protocol/ jalan nasional jalur selatan via Ciamis). Lahan semula merupakan bekas pool Bus Waspada.

“Sewaktu saya memulai membangun RSOP di Purwokerto tahun 2006, sebelas tahun lalu, kondisinya sama dengan yang di Cijeungjing ini. Juga di sisi jalur jalan nasional dan di dekat gerbang masuk Kabupaten Banyumas. Dan di Ciamis saya memulainya hari ini, Minggu (22/10),” ujar dr H Iman Solichin Sp Ot, (K) Spine, Direktur RSOP Purwokerto asal Ciamis saat peletakan batu pertama pembangunan RSOP Ciamis Minggu (22/10) siang.
Gagasan mendirikan RSOP di Ciamis ini katanya mengemuka secara resmi ketika kegiatan bakti sosial dan reuni alumni SMAN 1 Ciamis lulusan tahun 1981 (Organ 81) dan lulusan tahun 1983 (Organ 1983) sekitar sebulan lalu.
“Setelah menempuh beberapa prosedur, kemudian Bupati Ciamis mengeluakan Perbup sehingga pembangunan RSOP di Ciamis ini bisa lebih cepat,” katanya.
RSOP Ciamis ini nantinya menurut dr H Iman merupakan prototype RSOP induknya di Purwokerto, dengan bentuk bangunan berlantai tiga dan ada bangunan bundernya. “ Pembangunan fisik diperkirakan akan berlangsung selama 1 tahun. Nanti menjelang akhir tahun 2018 diharapkan sudah beroperasi,” ujar dr Iman lulusan FK-UI tahun 1987.
Akan jadi RS rujukan di Jabar
 Dari target 60 kamar rawat inap untuk tahap pertama akan dibangun dulu 25 kamar rawat inap. Dan diharapkan jadi rumah sakit rujukan khusus orthopaedi di wilayah Ciamis dan sekitarnya, termasuk Banjar, Pangandaran, Tasikmalaya, bahkan Garut, Kuningan dan Majalengka.
“Keberadaan RSOP Ciamis ini tidak akan menyaingi rumah sakit yang sudah ada, pangsanya tersendiri. Membangun rumah sakit, tidak sekedar membangun fisik bangunannya. Yang berat itu adalah membangun sumber daya manusia, sumberdaya manusianya baik tentu rumahsakitnya juga akan baik,” katanya.  
RSOP tidak hanya menangani kasus-kasus traumatic tulang (misalnya akibat kecelakaan/traumatologi) tapi hal lainnya menyangkut ke-orthopaedian seperti masalah pinggul, lutut hingga persendian. Orang yang tidak bisa duduk dan berdiri dengan baik sebagai mana mestinya tentu ada persoalan di lutut, pinggul maupun persendiannya.     

Peletakan batu pertama RSOP Ciamis bersamaan dengan peringatan Hari Santri tersebut diharapkan dapat mendatangkan berkah tersendiri bagi masyarakat Ciamis tentunya. RSOP Ciamis mungkin saja akan menjadi salah ikon Ciamis ke depan, juga merupakan peluang lapangan kerja baru kesempatan ekonomi terutama kuliner dan dampak lain efek domino dari kerberadaan RSOP Ciamis tersebut. RSOP Ciamis dan Bendungan Leuwikeris akan menjadi ikon Ciamis ke depan dan kedua ikon tersebut berada di Kecamatan Cijeungjing.
KH Fadlil Yani Ainul Syamsi tokoh masyarakat Ciamis yang juga salah seorang pengasuh Ponpes Darussalam Cidewa Dewasari Cijeungjing  menyebutkan keberadaan RSOP Ciamis ini nanti tentu akan menjadi pilihan bagi masyarakat Ciamis mengalami masalah orthopaedi. “Sekitar 25 tahun lalu, ibunda kami terjatuh dan harus dioperasi karena mengalami patah tulang. Kami harus membawa beliau ke Solo, perjalanan berjam-jam tidak dengan ambulance tetapi menggunakan mobil pribadi,” tutur KH Fadlil Yani Ainul Syamsi yang akrab dipanggil Kang Icep tersebut.
Setelah menempuh perjalanan yang melelahkan berjam-jam akhirnya sampai juga di Solo. “Sekarang kalau ada santri yang mengalami patah tulang saat main bola, main basket, dan tidak bisa ditangani di rumah sakit di sini. Ya tentunya dirujuk ke Purwokerto. Juga harus menempuh perjalanan berjam-jam. Tapi dengan adanya RSOP di Cijeungjing ini, tentunya tak perlu jauh-jauh lagi berobatnya kalau ada yang patah tulang. Tapi harapan utama tentunya, masyarakat selalu sehat,” katanya.
Bupati Ciamis, Drs H Iing Syam Arifin dalam sambutannya menyebutkan, selain akan memiliki RS khusus orthopaedi (RSOP) dalam waktu dekat di Ciamis juga ada rumah sakit khusus kanker. “Bekas RS Nirmala akan menjadi RS khusus kanker. Ini merupakan asset dalam penanganan kesehatan masyarakat,” ujar Bupati Iing.
Untuk menangani masalah kesehatan masyarakat di Ciamis dari 37 puskesmas yang ada sebanyak 19 puskesmas diantara menjadi puskesmas dengan fasilitas rawat inap. Fasilitas di RSU Ciamis juga ditingkat, dulu hanya ada 9 kamar VIP tetapi sekarang sudah tersedia 66 kamar VIP. Tahun 2018, RSU  Kawali yang sudah dibangun akan beroperasi dan selanjutnya dibangun pula RSU Banjarsari.
Dengan semakin lengkapnya fasilitas kesehatan di Ciamis, warga Ciamis yang mengalami masalah kesehatan katanya tak perlu lagi berobat ke luar daerah, bahkan keluar provinsi maupun ke luar negeri (*)
Penulis: Andri M Dani
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help