TribunJabar/

Bupati Bandung Khawatir Konsep PS di Gunung Rakutak Timbulkan Kerusakan Hutan

Bupati Bandung, Dadang M Naser tetap khawatir jika konsep Perhutanan Sosial di kawasan Gunung Rakutak, berdampak pada . . .

Bupati Bandung Khawatir Konsep PS di Gunung Rakutak Timbulkan Kerusakan Hutan
Tribun Jabar/Yudha Maulana
Rombongan KHLK berjalan menyusuri petak 55 di Gunung Rakutak, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung pada Kamis (12/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yudha Maulana

TRIBUNJABAR.CO.ID. BANDUNG - Bupati Bandung, Dadang M Naser tetap khawatir jika konsep Perhutanan Sosial (PS) yang berada di kawasan Gunung Rakutak, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung berdampak pada kerusakan hutan.

"Mohon dievaluasi objektif, pembagian lahan di gunung ini saya tidak setuju , kalau di lahan gambut atau datar tidak apa-apa. Ini kan gunung, pembagian lahan ini saya khawatirkan bukan untuk kesejahteraan sosial," ujar bupati selepas shalat Jumat di Masjid Al Fathu, Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (13/10/2017).

Daripada membagi-bagikan lahan hutan seluas dua hektare per kartu keluarga, Dadang meminta agar fungsi Lembaga Masyarakat Hutan Desa (LMDH) difungsikan kembali dan Perhutani dikuatkan kembali.

Baca: Heboh! Partai Berkarya Akan Usung Tommy Soeharto Jadi Presiden dalam Pilpres 2019

"Masyarakat silakan membina hutan, tapi jangan memiliki. Kalau Perhutanan Sosial ini kan dibagi lahannya, ada suratnya seperti jual beli, itu kan kurang pas," kata bupati.

Bupati ingin agar hutan kembali rimbun melalui LMDH yang berada di desa-desa, sehingga lebih mudah diawasi.

"Kami (pemerintah kabupaten) juga tidak dilibatkan, kalau ada kekurangan ya diperbaharui, saya mohon kebijakan ini dievaluasi," ucapnya.


Dadang mengatakan, konsep Perhutanan Sosial yang menerapkan konsep petani pendamping dari luar daerah, rawan dengan intrik dan hanya menguntungkan segelintir pihak di luar daerah Kabupaten Bandung, lantaran tak jelas fungsi pengawasannya.

"Sebaiknya polisi hutan diperkuat, jangan sampai karakter petani sayur mayur membuka dan menggarap hutan. Sayur mayur itu pastinya membutuhkan sinar matahari, pepohonan hutan rawan ditebang," katanya.


Kondisi tegakan pohon di lahan yang ditinjau Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kamis (12/10/2017). berada di angka 10 persen di petak 55 Gunung Rakutak.

Tampak pula beberapa petak lahan perkebunan yang sudah digarap oleh petani dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Dukuh, Kecamatan Ibun.Namun, tanaman yang ditanami di sana sebagian layu karena kurang mendapatkan siraman air. (*)

Penulis: Yudha Maulana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help