TribunJabar/

Taksi Online di Bandung Siap Beroperasi Hari Sabtu, Hari Jumat Gelar Doa Bersama di Pusdai

Kami dari transportasi online pun terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dari transportasi umum konvensional.

Taksi Online di Bandung Siap Beroperasi Hari Sabtu, Hari Jumat Gelar Doa Bersama di Pusdai
ilustrasi taksi online 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Ribuan pengemudi transportasi online di Bandung Raya akan kembali beroperasi pada Sabtu 14 Oktober 2017, setelah melakukan offbid atau tidak beroperasi pada 10-13 Oktober 2017. Menepis kabar bahwa para pengemudi online ini akan berunjuk rasa, mereka berencana menggelar doa bersama, Jumat 13 Oktober 2017.

Koordinator Lapangan Perkumpulan Pengemudi Online Satu Komando Jawa Barat (Posko Jabar), Tezar Dwi Aryanto, mengatakan selama melakukan offbid, sekitar 7.000 pengemudi transportasi online tidak beroperasi sama sekali. Namun, ada saja pengemudi transportasi online yang sembunyi-sembunyi beroperasi.

Baca: Sopir Taksi Online Itu Syok, Kaget Iya, Takut Juga, Mana Saya Kalah Jumlah, Badan Juga Kalah Besar

Dinas Perhubungan Jawa Barat, katanya, memang mengimbau para pengemudi transportasi online tidak beroperasi sampai Kementerian Perhubungan RI menetapkan peraturan bagi transportasi online, setidaknya sampai 1 November 2017. Namun, katanya, para pengemudi online tidak bisa mengikuti imbauan tersebut.


"Kami hanya akan offbid selama empat hari, 10-13 Oktober 2017. Setelah itu kami akan beroperasi kembali. Banyak pengemudi transportasi online yang memiliki kebutuhan ekonomi sangat mendesak. Mereka pun punya hak untuk mendapat penghasilan," kata Tezar saat dihubungi, Kamis (12/10).

Tezar mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perhubungannya tidak bisa melarang operasi transportasi online. Hanya pemerintah pusat atau Kementerian Perhubungan RI, katanya, yang dapat mengatur dan menghentikan operasi transportasi online.

"Kami dari transportasi online pun terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dari transportasi umum konvensional. Kami terus mendesak pemerintah untuk segera menetapkan peraturan bagi transportasi online," katanya.

Tezar mengatakan pihaknya terus berupaya menjaga kondusivitas di Jawa Barat, mencegah terjadinya gesekan dengan pelaku transportasi konvensional. Hingga saat ini, katanya, tidak ditemukan tindak kekerasan atau hal anarkis lainnya antara dua jenis transportasi di Jawa Barat ini.


"Memang banyak beredar pesan bahwa kami akan berdemonstrasi, katanya akan membalas yang dilakukan transportasi konvensional. Itu tidak benar. Tidak ada unjuk rasa besar-besaran dari kami. Yang ada, kami akan berdoa bersama usai Salat Jumat, rencananya di Pusdai Jabar," katanya.

Pihak Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat pun menegaskan tidak pernah membekukan operasional angkutan transportasi daring atau online di Jawa Barat karena memang tidak memiliki kewenangan untuk melakukannya. Kegiatan yang dilakukan di lapangan hanya sebatas sosialisasi imbauan untuk tidak beroperasi sementara.

Sosialisasi terhadap angkutan sewa khusus atau taksi online ini dilakukan dengan alasan operasional angkutan sewa khusus atau taksi online belum memiliki peraturan resmi untuk beroperasi dari Pemerintah setelah dibatalkannya 14 pasal dalam Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor 26 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaran Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek berdasarkan Putusan Mahkamah Agung No. 37 P/HUM/2017 bulan Agustus 2017.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help