TribunJabar/

Sadarkan Masyarakat Tentang Energi di Masa Depan, Shell dan ITB Gelar Festival

Shell Campus Week memberikan kesempatan kepada berbagai individu, akademika, pemerintah dan pelaku bisnis untuk berdiskusi dan berbagi . . .

Sadarkan Masyarakat Tentang Energi di Masa Depan, Shell dan ITB Gelar Festival
Kolase Foto Tribun Jabar
PT Shell Indonesia menggelar festival Shell Campus Week di Institut Teknologi Bandung (ITB) selama dua hari pada tanggal 10-11 Oktober 2017. 

Dalam rangkaian acara tersebut, Shell menampilkan Container of Possibilities (CoP), yaitu sebuah kontainer berukuran 20 kaki yang telah diubah menjadi unit layak huni.

CoP dilengkapi dengan berbagai teknologi hemat energi. Container of Possibilities menghadirkan inovasi teknologi masa depan, antara lain; Ekonomi Energi Baru (A New Energy Economy), yaitu jendela bertenaga surya yang dapat menghasilkan energi untuk rumah. Teknologi ini, kelebihan energi dapat disimpan untuk penggunaan di masa depan.

Shell juga menampilkan apa yang disebut Peringatan Energi (Energy Alert), yaitu sebuah teknologi yang dapat memberikan peringatan tentang adanya kemungkinan pemborosan energi dan efisiensi pengoperasian peralatan listrik di dalam rumah.

Kemudian Pencahayaan Cerdas (Smart Lighting), yaitu sistem pencahayaan cerdas nirkabel dengan Hue melalui penggunaan lampu LED hemat energi yang mampu memberikan nuansa pencahayaan putih dan berwarna.

Selain itu ada pula teknologi lain yang ditampilkan yaitu Tenaga Langkah Kaki (Powered by Footsteps), yaitu pemanfaatan ubin Pavegen untuk menangkap energi kinetik dari langkah kaki dan mengubahnya menjadi listrik. Hasilnya adalah energi yang bersih dan terbarukan.

Menurut Darwin, ITB menjadi salah satu kampus yang dipilih Shell sebagai tempat penyelenggaraan kuliah umum dan “Shell Campus Week” karena berbagai kegiatan dan prestasi yang telah diraihnya dalam membantu mewujudkan kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Salah satu kegiatan yang diikuti ITB adalah ajang Shell Eco-marathon (SEM) Asia – sebuah ajang kompetisi bagi mahasiswa untuk mendesain, membangun dan mengendarai kendaraan paling hemat energi di dunia.

Pada ajang SEM Asia pertama tahun 2010, Tim Exia dari ITB yang mengusung mobil berbahan baku Etanol berhasil meraih Juara I penghargaan “People Choice Award” dengan raihan lebih dari 65.000 suara.

Tim mahasiswa ITB, kata Darwin, juga merupakan pionir tim mahasiswa asal Indonesia yang mengaplikasikan baterai elektrik sebagai sumber energi alternatif pada Shell Eco-marathon Asia 2012.

Hasilnya, Tim Cikal Cakrawala, ITB berhasil meraih Juara dua “UrbanConcept Battery Electric Award” pada Shell Eco-marathon Asia 2012.

"Saat itu, mobil baterai litium yang dibangun oleh Tim Cikal Cakrawala, ITB berhasil menempuh jarak 74,9 km per kWh. Keberanian tim mencoba energi alternatif ini diikuti oleh tim Rakata dan tim Cikal Etanol dari ITB yang menggunakan bahan bakar etanol pada Shell Eco-marathon selama beberapa tahun berikutnya,“ kata Darwin. (*)

Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help