TribunJabar/

Muhaimin Terkapar Bersimbah Darah Hanya Gara-gara Saling Pandang

Akibat tusukan membabi buta tersebut korban Imin pun tumbang, tapi sempat berdiri hendak melepaskan tembakan ke arah pelaku.

Muhaimin Terkapar Bersimbah Darah Hanya Gara-gara Saling Pandang
SRIWIJAYA POST/DARWIND SEPRIYANSYAH
Rekonstruksi yang memperagakan 10 adegan di Mapolsek Ilir Barat I, Kamis (12/9/2017), terlihat Heri menikam Imin secara membabi buta setelah korban mengeluarkan pistol. 

TRIBUNJABAR.CO.ID, PALEMBANG - Hanya gara-gara saling tatapan mata, tersangka Heri Setiawardoyo (30) dan korban Muhaimin alias imin (34) terlibat cekcok mulut hingga berujung maut.

Dalam rekonstruksi yang memperagakan 10 adegan di Mapolsek Ilir Barat I, Kamis (12/9/2017), terlihat Heri menikam Imin secara membabi buta setelah korban mengeluarkan pistol.

"Saat itu aku langsung pegang tangannya yang ada pistol itu (pakai tangan kiri), terus langsung aku tusuk beberapa kali (pakai tangan kanan). Tidak ingat berapa kali," kata Heri.

Akibat tusukan membabi buta tersebut korban Imin pun tumbang, tapi sempat berdiri hendak melepaskan tembakan ke arah pelaku.


Melihat hal tersebut, Heri langsung ambil langkah seribu dengan berlari secepat mungkin.

Korban yang akhirnya lemas tak berdaya dibawa ke rumah warga setempat, sebelum akhirnya dibawa ke Rumah Sakit AK Gani Palembang.

"Aku tidak tahu kalau korban akhirnya meninggal. Aku langsung kabur dan nginap di Sekip, tapi pukul 00.00, ditangkap polisi," kata warga Jalan Sido Ing Lautan Lorong Penghulu, Kelurahan 35 Ilir, IB II, Palembang itu.

Rekonstruksi Pembunuhan_1
Rekonstruksi yang memperagakan 10 adegan di Mapolsek Ilir Barat I, Kamis (12/9/2017), terlihat Heri menikam Imin secara membabi buta setelah korban mengeluarkan pistol. SRIWIJAYA POST/DARWIND SEPRIYANSYAH

Menurut Heri, dia dan korban tidak ada permasalahan sebelumnya.

Namun waktu kejadian, Selasa, 19 September lalu, dia hendak menuju rumah mertuanya yang tak jauh dari rumah korban.

Halaman
12
Editor: Ravianto
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help