TribunJabar/

Polemik Transportasi Online

Komunitas Transportasi Online Imbau Rekan-rekannya Untuk Tidak Beroperasi Sampai Bulan Depan

Tupoint yang membawahi sekitar 100 pengemudi taksi online mengaku setuju untuk tidak melakukan aksi turun ke jalan

Komunitas Transportasi Online Imbau Rekan-rekannya Untuk Tidak Beroperasi Sampai Bulan Depan
(TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Sejumlah angkutan kota (angkot) keluar masuk Terminal Kebon Kalapa, Kota Bandung, Jumat (6/10/2017). Wadah Aliansi Aspirasi Transportasi (WAAT) berencana akan menggelar aksi mogok massal dan unjuk rasa pada 10-13 Oktober 2017 di Gedung Sate untuk menuntut pembekuan angkutan umum online kepada pemerintah pusat. Angkutan umum yang akan berunjukrasa itu dari mulai angkutan kota, bus kecil, dan elf se-Jawa Barat. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Ferry Fadhlurrahman

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Awal minggu ini, sopir angkutan kota menggelar mogok.

Meski tak semuanya, para sopir transportasi konvensional ini memutuskan tak menarik penumpang, Selasa (9/10/2017).

Aksi mogok ini digelar untuk memprotes beroperasinya transportasi online.

Meskipun merasa dirugikan oleh keputusan Dinas Perhubungan Jawa Barat pada Rabu (11/10/2017), para pengemudi transportasi online mengaku tidak ingin melakukan aksi protes kepada pemerintah.

[14:28, 10/12/2017] Amal Jabar:

"Saya tidak ingin sampai di jalan itu. Menurut saya tidak ada untungnya untuk aksi di jalan seperti itu, malah bakal merepotkan warga Bandung," ujar Ryno Setiawan, Humas Komunitas Transportasi Online Tupoint kepada Tribun Jabar, Kamis (12/10/2017).

Tupoint yang membawahi sekitar 100 pengemudi taksi online mengaku setuju untuk tidak melakukan aksi turun ke jalan dan memprotes keputusan Dishub Jabar tersebut.

Saat ini mereka sedang konsolidasi dengan rekan-rekannya dari komunitas pengemudi online lain untuk tidak melakukan aksi juga.

Halaman
12
Penulis: Ferry Fadhlurrahman
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help