TribunJabar/

Polemik Transportasi Online

Kesal dengan Konflik Transportasi Online dan Konvensional, Penumpang: Kami Kerepotan!

Gesekan antara transportasi online dan konvensional pada beberapa hari terakhir nyatanya tidak menguntungkan siapa-siapa.

Kesal dengan Konflik Transportasi Online dan Konvensional, Penumpang: Kami Kerepotan!
Tribunjabar/Ferry Fadluurrahman
Angkutan Umum 

Berbeda dengan Sufian dan Asep, dua responden yang menggunakan angkutan online juga sangat keberatan dengan adanya konflik antar transportasi online dan konvensional.

"Masalahnya repot kalau beneran dilarang online. Soalnya banyak daerah yang enggak dilewati oleh angkot atau damri," ujar Risky, karyawan di pusat penelitian yang sering menggunakan aplikasi online, Kamis (12/10/2017).

Risky yang setiap harinya menggunakan ojek online sangat bergantung pada transportasi tersebut. Karena tanpa transportasi online ia mungkin sering terlambat ke kantor.


Pendapat senada juga diungkapkan oleh Citra, seorang mahasiswi Universitas Padjajaran, yang bergantung dengan transportasi online dari kosan sampai kampus.

"Wah repot dong kalau ke kampus nggak ada angkutan online? Soalnya kosan lumayan jauh dari kampus," ujar Citra resah.

Namun keempatnya berharap kalau ada solusi yang kedua belah pihak senang. Karena mereka bergantung kepada transportasi konvensional dan online.

Warga Bandung pun bebas untuk memilih harus memakai transportasi yang mana.

Penulis: Ferry Fadhlurrahman
Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help