TribunJabar/

Sopir Angkot Mogok Massal

Setelah Unggah Soal Transportasi Online Dibekukan, Instagram Ridwan Kamil Diserbu Protes Netizen

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, memposting hasil kesepakatan antara Dishub Hawa Barat dan kelompok angkutan umum melalui Instagramnya.

Setelah Unggah Soal Transportasi Online Dibekukan, Instagram Ridwan Kamil Diserbu Protes Netizen
instagram.com/ridwankamil
Unggahan Ridwan Kamil yang ditanggapi negatif oleh netizen, Senin (9/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isal Mawardi

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Saat ini Kota Bandung sedang ramai terkait aksi mogok angkutan kota sebagai protes terhadap beroperasinya transportasi online.

Di samping itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah sepakat dan mendukung Wadah Aliansi Aspirasi Transportasi untuk membekukan operasi transportasi online (Uber, Grab, Go-Car dan Go-Jek), Senin (9/10/2017).

Pembekuan ini berlaku hingga ada ketetapan selanjutnya.

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, memposting hasil kesepakatan antara Dishub Hawa Barat dan kelompok angkutan umum melalui akun media sosial Instagramnya.

"BEWARA. Sesuai press conference pagi hari ini tanggal 9 Oktober 2017 dari Dishub Jawa Barat, bahwa sudah terjadi kesepakatan2, sehingga rencana mogok angkutan umum di area Bandung Raya tidak jadi dilaksanakan. Semoga menjadi maklum. Hatur Nuhun," tulis Ridwan Kamil, kemarin (10/10/2017).

Karena postingannya, beragam komentar kontra muncul di kolom komentar suami Atalia Praratya tersebut.

Seperti tulisan komentar dari @genov2201 "Kalo ada transportasi online, Anak-anak kuliah juga jadi gak mabuk-mabukan, sekedar nongkrong dan narkoba, tapi malah sibuk cari uang tambahan untuk meringankan beban orang tua di kampung ketika sedang dalam jenjang pendidikan di perguruan tinggi. Sekarang nunggu putusan yg tah kapan udahlah capek aku ngomong juga. Semua juga pasti taulah ya".


"Jadi ini teh warga Jabar terutama bandung (yang bukan supir angkot dan ojek pangkalan), ga boleh bersuara ya pak? hidup saya bergantung loh pada taksi online. why pak? Ceunah smart city? tolong di pikirkan kembali. Kasian nasib wanita dan ibu-ibu jaman now yang kalo malem-malem laper, kalo lagi gak ada kendaraan ada yang mau nganter jemput save sampe tujuan (transportasi online), dan meminimalisir kejahatan yang bisa terjadi, cuma taksi online yang bisa begitu pak. Kasian para driver online juga jadi kehilangan pekerjaan, emang mau pemerintah Jabar ngasi mereka kerjaan? Supir angkot dan ojek pangkalan itu kasar-kasar pak, sok kekebutan teu jelas, saya pernah itu ribut sama supir angkot gara-gara dia kekebutan dan nyerempet mobil saya. gusti itu kasarnya minta ampun. Takut saya malah naik angkot dan ojek pangkalan. Tolong di dengar suara kami pak. warga Bandung yang bukan supir angkot dan ojek pangkalan seperti saya ini. Hatur nuhun," tulis @sasasasya.

lain halnya dengan komentar @frhnha "Bapa wali kota terhormat. Coba bapak pikirkan kembali. Apa supir angkot punya sim dan layak narik penumpang? Kalau bapak liat banyak angkot yang seenaknya aja dijalan. Apa itu baik untuk lalu lintas di bandung ini? Angkot kebanyakan ngetem. Apa itu tidak membuat lalu lintas macet? Apa itu efisien? Tidak pak. Banyak manfaat yang diberikan dari transportasi online dibanding angkot. Tolong para petinggi Jawa Barat berpikir ke arah yang jauh kedepan. Mau sampe kapan bangsa kita tidak maju? Terima kasih,"

Selain tiga akun instagram di atas, masih banyak netizen lainnya yang menyerang Ridwan Kamil lewat kolom komentar di unggahan tersebut.

Penulis: Isal Mawardi
Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help