TribunJabar/

Sopir Angkot Mogok Massal

Sopir Angkot: Ongkos Kami Tetap, Sementara yang Online Sesukanya

Pasalnya, menurut mereka, sopir angkot telah banyak dirugikan oleh keberadaan angkutan berbasis online.

Sopir Angkot: Ongkos Kami Tetap, Sementara yang Online Sesukanya
seli andina miranti/tribun jabar
Angkutan kota yang berhenti dan menunggu penumpang di Cileunyi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Meski tak ikut melakukan aksi mogok masal, para sopir angkutan kota (angkot) yang beroperasi melewati Cileunyi, kabupaten Bandung, mengaku mendukung keputusan rekan-rekannya.

Pasalnya, menurut mereka, sopir angkot telah banyak dirugikan oleh keberadaan angkutan berbasis online.

"Rasanya angkutan online itu seperti mencuri penumpang kami para sopir angkot," ujar Dede (41) sopir angkot jurusan Cileunyi-Cicalengka, ketika ditemui Tribun Jabar di Cileunyi, Selasa (10/10/2017).




Dede mengungkapkan, para sopir angkot merasa terganggu dengan adanya angkutan online yang beroperasi di daerah mereka.

Menurut Dede, akibat adanya angkutan online, jumlah penumpang berkurang drastis hingga 50 persen.

Selain itu Dede juga mengungkapkan, angkutan online melakukan 'kecurangan' sehingga merugikan angkot, seperti tidak memiliki trayek tetap dan harga ongkos yang murah.

Hal senada juga diungkapkan Agus (33), sopir angkot jurusan Cileunyi-Sumedang, menurutnya belum adanya regulasi tetap terkait angkutan online merugikan angkot.

"Kami (angkot) sekarang punya harga ongkos tetap, sementara yang online sesukanya, bisa banting harga," ujar Agus.

Agus berharap pemerintah dapat mengatur angkutan online agar tidak merugikan angkutan kota.

"Tetapkan batas ongkos, atau trayeknya lah, atau wilayah yang tidak boleh dimasuki," ujar Agus.(*)

 
Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help