TribunJabar/

Penyesalan Aisyah atas Meninggalnya Suami yang Disambar Petir

Ia yang sudah belasan tahun menjaga kantin sekolah duduk dekat M Zaki, pelajar yang meninggal dunia.

Penyesalan Aisyah atas Meninggalnya Suami yang Disambar Petir
KOMPAS.com/Masriadi
Camat Dewantara, Aceh Utara, Amir Hamzah mengunjungi Aisyah, korban tersambar petir di Rumah Sakit Umum Arun, Lhokseumawe, Selasa (10/10/2017). 

TRIBUNJABAR.CO.ID, LHOKSEUMAWE- Kondisi Aisyah (50) masih terbaring di Ruang Anggrek, Rumah Sakit Umum Arun, Lhokseumawe, Selasa (10/10/2017).

Aisyah sudah empat hari terbaring lemas di rumah sakit milik PT Arun NGL itu.

7 Oktober lalu, dia dan 10 pelajar SMP Al Alaq, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena ada yang terluka ringan hingga luka parah.

Bahkan kejadian itu membuat suami Aisyah, Muhammad (45) tewas.


Selain itu, seorang pelajar bernama M Zaki juga dilaporkan meninggal.

Kepiluan Aisyah semakin menjadi-jadi ketika dia sadar dari pingsannya dan mengetahui suami tercinta telah pergi untuk selama-lamanya.

Aisyah mengingat kembali kejadian nahas tersebut.

Saat itu, hujan deras disertai angin mengguyur daerah sekolahnya.

Ia yang sudah belasan tahun menjaga kantin sekolah duduk dekat M Zaki, pelajar yang meninggal dunia.

Halaman
1234
Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help