TribunJabar/

Sopir Angkot Mogok Massal

Langgar Kesepakatan Tunda Angkot Mogok Massal, Kobanter Jabar Tanggapi Begini

Tidak berjalannya kesepakatan antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan pengemudi angkutan konvensional untuk menunda . . .

Langgar Kesepakatan Tunda Angkot Mogok Massal, Kobanter Jabar Tanggapi Begini
Tribunjabar/Ferry Fadluurrahman
Angkutan Umum 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferry Fadhlurrahman

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Tidak berjalannya kesepakatan antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan pengemudi angkutan konvensional untuk menunda aksi mogok massal, diakui pihak Kobanter Jabar, koperasi yang menaungi supir angkot, ada miskomunikasi.

Baca: Rachel Herliani, Anak yang Mukanya Dicelupkan ke Minyak Panas Ingin Ketemu Kang Emil

"Ada miskomunikasi saja itu. Soalnya kami hanya punya waktu satu hari untuk sosialisasi dari kesepakatan kemarin (Senin, 9/10/2017)," ujar Dadang Hamdani, Ketua Kobanter Jabar kepada Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Selasa (10/10/2017).

Pihaknya, kata Dadang, sudah berupaya untuk terus berkoordinasi dengan pimpinan jalur angkot agar kondisi di lapangan tetap aman.


Dadang menegaskan, pihaknya sudah memberitahu bahwa angkutan umum konvensional masih boleh untuk menangkut penumpang dan tidak akan menyalahkan bagi sopir yang memutuskan untuk mogok atau tidak beroperasi.

"Iya kalau ada yang mau ngangkut penumpang, ya silakan, ataupun tidak, juga tidak apa-apa," ujar Dadang. (*)

Penulis: Ferry Fadhlurrahman
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help