Hukum

Investigator KPPU: Saksi Distributor Aqua Jauh dari Substansi Permasalahan

SUDALI didatangi Nursamsu dari PT Balina yang merupakan afiliasi Aqua, kemudian Nursamsu membuat konsep surat pernyataan tersebut...

Investigator KPPU: Saksi Distributor Aqua Jauh dari Substansi Permasalahan
Net
Ilustrasi hukum.

TRIBUNJABAR.CO.ID, JAKARTA- "Sudali tidak  tahu alasan kenapa  Agus marah ke Aqua. Dan  Sudali mau membuat pernyataan, bahwa Yatim Agus Prasetyo mengajak untuk tidak menjual Aqua sudah dibuatkan oleh pihak Balina. Jadi, Sudali didatangi orang Balina untuk dibuatkan pernyataan pernah diajak  Agus untuk tidak berjualan Aqua. Sudali hanya tinggal tanda tangan saja surat pernyataan tersebut, bukan mengonsep. Sudali pun tidak pernah menghubungi orang Balina, tapi tiba- tiba orang Balina datang dan menawarkan surat pernyataan, " kata Arnold Sihombing, Investigator KPPU pada Kamis (5/10) lalu.

Menurut Arnold,  kesaksian  Sudali  tersebut jauh dari subtansi permasalahan. Sudali tidak bertanya kenapa Yatim Agus Prasetyo diturunkan status tokonya dari SO menjadi WS.

Hal itu terungkap pada sidang lanjutan dugaan pelanggaran Pasal 15 ayat 3 huruf b dan pasal 19 huruf a dan b Undang Undang No. 5 Tahun 1999 tentang monopoli  usaha  yang dilakukan PT Tirta Investama sebagai produsen AMDK merk Aqua dan PT Balina Agung Perkasa.

Sidang berlangsung di Ruang Sidang I Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha pada Rabu (4/10) lalu menghadirkan dua orang saksi pedagang.

Sidang yang digelar pada pukul 10.00 Wib itu, seperti rilis yang diterima Tribun Jabar, Sabtu (7/10/2017), menghadirkan saksi bernama Sudali pemilik toko Tirta Willys.

Secara kronologis, Sudali didatangi Nursamsu dari PT Balina yang merupakan afiliasi Aqua, kemudian Nursamsu membuat konsep surat pernyataan tersebut. Setelah itu Sudali tinggal menandatangani.  

Disebutkan Arnold , kesaksian Sudali yang menjelaskan berisi ajakan untuk tidak menjual produk Aqua, tidak meringankan atau menghapus perilaku PT Balina yang melarang Yatim Agus untuk menjual Le Minerale.

"Kesaksian Sudali tidak bisa menjelaskan tentang  perilaku larangan jual Le Minerale," ujar Arnold.

" Komentar Saksi  dari  Toko Candra-Werdana, kurang lebih sama dengan saksi 1 dari BAP/Terlapor 2, hanya menjelaskan dampak lanjutan dari sanksi yang diterima toko cuncun," kata Arnold.

"Saksi-saksi sama sekali tidak paham tentang isu perilaku Balina Agung Perkasa / Tirta Investama yang mengancam toko SO karena tetap menjual produk dari kompetitornya, yaitu Le Minerale.  Dan jauh di luar substansi masalah" lanjutnya. (*)

Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help