Home »

Bisnis

» Makro

September 2017, Inflasi Jabar Lebih Tinggi dari Nasional

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatat pada bulan September 2017 Jawa Barat mengalami inflasi sebesar . . .

September 2017, Inflasi Jabar Lebih Tinggi dari Nasional
TRIBUN JABAR/SITI FATIMAH
Kepala BPS Suhariyanto saat melakukan video conference pemaparan inflasi September 2017. Foto diambil di Kantor BPS Jabar, Senin (2/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR. CO. ID, BANDUNG- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatat pada bulan September 2017 Jawa Barat mengalami inflasi sebesar 0,18 atau lebih tinggi dari inflasi nasional yang mencapai 0,13%.

Dari pantauan tujuh kota di Jabar, Kabupaten Bogor menjadi kota/kabupaten dengan inflasi tertinggi di Jabar.

Baca: Baru Tiga Hari, Donasi yang Digalang Ridwan Kamil untuk Pengungsi Gunung Agung Capai Rp 47 Juta

"Inflasi lebih besar dari nasional, ini perlu perhatian, warning juga. Panas juga harga-harga di Jawa Barat, " kata Kepala BPS Jabar, Dody Herlando pada acara pemaparan Inflasi Jabar bulan September 2017 di Kantor BPS Jabar, Senin (2/10/2017).


Terpisah, melalui video conference dari BPS pusat (Jakarta), Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, pada September 2017 terjadi inflasi sebesar 0,13% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 130,08.

Dari 82 kota IHK, 50 kota mengalami inflasi dan 32 kota mengalami deflasi.


Inflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 1,59% tertinggi terjadi di Tual sebesar 1,59% dengan IHK sebesar 153,62 dan terendah terjadi di Mamuju dan Depok sebesar 0,01% dengan IHK masing-masing sebesar 129,55 dan 128,56.

Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 1,04 : dengan IHK sebesar 128,26 dan terendah terjadi di Tembilahan sebesar 0,01% dengan IHK sebesar 133,95. (*)

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help