TribunJabar/

VIDEO - Kisah Kakek Berusia 100 Tahun yang Menjadi Saksi Hidup Letusan Dahsyat Gunung Agung 1963

Sepasang lansia yang dua hari lalu enggan mengungsi kini telah berada di rumah saudaranya di Jl. Trijata I Gang C No.6, Denpasar, Bali.

VIDEO - Kisah Kakek Berusia 100 Tahun yang Menjadi Saksi Hidup Letusan Dahsyat Gunung Agung 1963
Kolase Foto Tribun Jabar
Nyoman Rupa cerita tentang Gunung Agung meletus 

TRIBUNJABAR.CO.ID, DENPASAR – Sepasang lansia yang dua hari lalu enggan mengungsi kini telah berada di rumah saudaranya di Jalan Trijata I Gang C No.6, Denpasar, Bali.

Saat ditemui, Rabu (27/9/2017) Nyoman Rupa dan Wayan Rupa yang kini berusia 100 tahun tersebut tengah diperiksa tensi darahnya oleh petugas kesehatan.

Baca: Nasib Setya Novanto di Ujung Tanduk, Satu Per Satu Loyalisnya Berbalik

Nyoman Rupa terbaring di atas tempat tidur sederhana dan kadang merintih kesakitan akibat kondisi kakinya yang lumpuh karena usia.


Istrinya pun terbaring sampingnya, Nyoman Rupa duduk setia menemani sang istri tanpa banyak berbicara.

Nyoman Rupa pun sempat bercerita mengenai peristiwa erupsi Gunung Agung Tahun 1963 silam.

Baca: Menjalani Debut Setelah Lama Absen, Supardi Nasir Mengaku Belum Bisa Bermain dengan Normal

“Waktu tahun 1963 saya sudah tahu gunung meletus tapi tidak mengungsi ke keluarga di Denpasar. Saya sembunyi di dapur selama dua hari saat itu,” tuturnya dengan bahasa Bali sembari mengusap air matanya.

Berikut Videonya:

Mereka tinggal di Banjar Dalem, Desa Duda Selat, Kecamatan Selat, Karangsem.

Jika dilihat dari peta kawasan rawan bencana, desa tersebut berada dalam zona merah atau zona yang berpotensi terlanda awan panas dan aliran lava. (TRIBUN-BALI.COM/Zaenal Nur Arifin) 

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help