TribunJabar/

Kata Warga, Gejala Kali Ini Mirip dengan Ketika Gunung Agung Meletus Dahsyat Tahun 1963 Silam

Setelah level kewaspadaan Gunung Agung dinaikkan menjadi awas, aktivitas erupsi Gunung Agung terus meninggi

Kata Warga, Gejala Kali Ini Mirip dengan Ketika Gunung Agung Meletus Dahsyat Tahun 1963 Silam
Tribun Bali/Putu Candra
Asap solfatara menyembul dari puncak Gunung Agung, dilihat dari Pos Pengamatan Gunungapi Agung, Desa Rendang, Selasa (26/9/2017) petang. 

TRIBUNJABAR.CO.ID, AMLAPURA - Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan bahwa penduduk di sekitar Gunung Agung, Karangasem, Bali merasakan gejala erupsi yang mirip dengan letusan dahsyat 54 tahun silam, tepatnya pada 1963.

"Berdasarkan pengalaman yang mengalami letusan tahun 1963, mereka mengatakan apa yang mereka rasakan saat ini hampir setiap hari terjadi gempa bumi itu hampir mirip dengan ketika tahun 1963, ketika Gunung Agung belum meletus," kata Sutopo di kantor BNPB, Jakarta, Senin (25/9/2017).

Karena itu, masyarakat yang tinggal tak jauh dari kawasan gunung tersebut sudah meningkatkan kewaspadaannya demi menghindari bencana alam yang sama.

"Jadi dari tingkat kesiapsiagaan masyarakat pun meningkat," ucap Sutopo.


Setelah level kewaspadaan Gunung Agung dinaikkan menjadi awas, aktivitas erupsi Gunung Agung terus meninggi.

Bahkan, Sutopo menyatakan bahwa Gunung Agung masuk fase kritis.

Terjadi gempa kecil yang frekuensinya rata-rata 500 kali dalam sehari.

"Meski sudah level awas, Gunung Agung belum tentu meletus. Kapan secara pasti Gunung Agung akan meletus tidak tahu. Tak ada instrumen yang bisa memastikan kapan gunung meletus. Tapi berdasarkan pengamatan potensinya meletus tinggi," kata Sutopo.

Ia pun bercerita, pada 1963-1964 silam Gunung Agung pernah meletus hampir setahun lamanya.

Halaman
12
Editor: Ravianto
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help