Sidang Buni Yani

Penasihat Hukum Buni Yani Sebut Logika Jaksa Penuntut Umum Terkilir

Penasihat hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian mengatakan logika jaksa Penuntut Umum (JPU) terkilir pada sidang lanjutan Buni Yani, Selasa (26/9/2017).

Penasihat Hukum Buni Yani Sebut Logika Jaksa Penuntut Umum Terkilir
TRIBUNJABAR.CO.ID/THEOFILUS RICHARD
Buni Yani dan penasihat hukum, Aldwin Rahadian melayani pertanyaan wartawan di Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung, Selasa (26/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Penasihat hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian mengatakan logika jaksa Penuntut Umum (JPU) terkilir pada sidang lanjutan Buni Yani, Selasa (26/9/2017).

Aldwin Rahadian mengatakan hal tersebut karena merespon permintaan JPU yang meminta bukti Buni Yani tidak memotong video Basuki Tjahaja Purnama saat kunjungan ke Kepulauan Seribu.

"Ini adalah logika terkilir yang terbalik. Harusnya yang membuktikan itu ranahnya JPU, bisa orang yang menuduh yang membuktikan bahwa pak Buni memotong," ujar Aldwin Rahadian kepada wartawan.

Pada sidang tersebut, beberapa kali JPU meminta penasihat hukum Buni Yani membuktikan Buni Yani tidak memotong video.

Kemudian penasihat hukum pun menampilkan screenshoot atau tangkapan layar dari akun Facebook Media NKRI yang terlebih dulu mengunggah potongan video Basuki Tjahaja Purnama sebelum Buni Yani.


Buni Yani mengaku ia hanya mengunggah ulang video dari Media NKRI.

Buni Yani juga mengatakan file video yang disimpan dalam handphone-nya masih memiliki format nama file yang sama seperti saat diunduh dari Facebook.

Buni Yani menjelaskan jika nama file tersebut berdasarkan algoritma Facebook tanpa pernah ia ubah.

Halaman
12
Penulis: Theofilus Richard
Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved