Sidang Buni Yani

JPU Jelaskan Mengapa Majelis Hakim Tolak Saksi Ahli Buni Yani

JPU beralasan kapasitas yang diterangkan dalam CV-nya tidak dapat dibuktikan.

JPU Jelaskan Mengapa Majelis Hakim Tolak Saksi Ahli Buni Yani
TRIBUNJABAR.CO.ID/THEOFILUS RICHARD
Jaksa Penuntut Umum Andi M Taufik di sidang lanjutan Buni Yani, Selasa (12/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Sidang ke-14 Buni Yani, Selasa (19/9/2017) diwarnai perdebatan saat JPU menolak kehadiran Hamdani sebagai ahli IT dan praktisi keamanan internet.

JPU meragukan kapasitas Hamdani sebagai ahli meski mengaku sebagai anggota Badan Cyber Nasional dan memiliko sertifikat di bidang IT dari lembaga internasional.

JPU beralasan kapasitas yang diterangkan dalam CV-nya tidak dapat dibuktikan.

"Tidak bisa dibuktikan sebagai ahli. Makannya kami minta secara formal, legalitasnya mana. Ngga bisa dibuktikan," ujar JPU, Andi M. Taufik kepada wartawan.


Ia mengatakan sertifikat digital yang sempat ditunjukam Hamdani, dianggap belum cukup sebagai bukti kapasitasnya sebagai ahli.

Kemudian, Andi M. Taufik juga mengatakan keraguannya bertambah ketika mengetahui Hamdani belum pernah memberikan keterangan sebagai ahli di pengadilan.

Akhirnya majelis hakim pun menolak kehadiran Hamdani sebagak ahli IT, tetapi tetap mendengarkan keterangan Hamdani sebagai saksi yang menguntungkan Buni Yani.

JPU pun tetap menolak kehadiran Hamdani sebagai saksi.

Menurut Andi M. Taufik, saksi seharusnya mengalami, melihat, atau mendengar sendiri kejadian yang menimpa terdakwa.

Akhirnya majelis hakim pun mencatat keberatan dari JPU.

Andi M. Taufik menganggap hal ini sebagai keuntungan bagi pihaknya.

"Diteruskan ngga ada masalah, itu kan pegangan kami bahwa sesuatu bisa menjadi pertimbangan upaya hukum," ujarnya.

Agenda sidang Buni Yani kali ini adalah mendengarkan keterangan dua saksi ahli dan pemeriksaan Bunu Yani sebagai terdakwa.(*)

Penulis: Theofilus Richard
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved