Home »

Bisnis

» Mikro

Suka Duka Bisnis Sewa Alat Mendaki Gunung, Mulai Barang Jadi Rusak Hingga Tak Dikembalikan

Setiabudi mengatakan, banyak sekali penyewa yang tidak mengembalikan peralatan yang disewanya dalam jangka waktu yang lama.

Suka Duka Bisnis Sewa Alat Mendaki Gunung, Mulai Barang Jadi Rusak Hingga Tak Dikembalikan
TRIBUN JABAR/Yongky Yulius
Galunggung Camp, tempat penyewaan peralatan naik gunung di Jalan Gagak nomor 146, Kota Bandung, Senin (18/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Galunggung Camp yang berlokasi di Jalan Gagak 146 Bandung, merupakan satu di antara sekian banyak tempat penyewaan peralatan mendaki gunung.

Setiabudi (52), orang kepercayaan pemilik Galunggung Camp mengatakan, menjalankan bisnis penyewaan peralatan mendaki gunung tentu ada keuntungan dan kendalanya.

"Kalau musim liburan. Utamanya liburan anak sekolah atau kuliah. Pasti yang sewa alat-alat ke tempat kami banyak. Biasanya menjelang weekend (Jumat-Sabtu) juga banyak," ujar Setiabudi, kepada Tribun Jabar, Senin (18/9/2017), di lokasi Galunggung Camp.

Baca: Sebut Egy Maulana Vikry Setara Febri Hariyadi, Umuh Muchtar Siap Boyong Egy ke Persib Bandung

Jika sudah ramai seperti itu, omzet Galunggung Camp dalam sebulan bisa mencapai Rp 10 juta.

Namun, selain mendapatkan keuntungan yang menggiurkan, menjalankan bisnis penyewaan peralatan mendaki gunung rupanya juga memiliki banyak kendala.


Setiabudi mengatakan, banyak sekali penyewa yang tidak mengembalikan peralatan yang disewanya dalam jangka waktu yang lama.

Ada penyewa yang tidak mengembalikan peralatan selama sebulan. Namun, pihak Galunggung Camp hanya mengingatkan melalui telepon atau pesan singkat saja kepada si penyewa.

Halaman
12
Penulis: Yongky Yulius
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help