TribunJabar/

Wanita Ini Ambil Buah Zakar Tunangannya yang Meninggal, Buat Apa Ya? Berikut Penjelasannya

Di pengadilan, rekan pasangan tersebut memberikan keterangan dibawah sumbah, bahwa pasangan tersebut memang . . .

Wanita Ini Ambil Buah Zakar Tunangannya yang Meninggal, Buat Apa Ya? Berikut Penjelasannya
shutterstock
Illustrasi. 

TRIBUNJABAR.CO.ID, AUSTRALIA -  Beberapa saat setelah tunangannya meninggal pada pertengahan April lalu, seorang wanita di Toowoomba ini mengajukan permohonan kepada Mahkamah Agung.

Alasan permohonan itu diajukan, adalah karena wanita tersebut akan melakukan pembuahan, demi bisa memiliki anak dari pria yang dicintainya itu.

Di pengadilan, rekan pasangan tersebut memberikan keterangan dibawah sumbah, bahwa pasangan tersebut memang sangat ingin memiliki seorang anak.

Akhirnya pengadilan pun secara resmi memberikan izin untuk mengangkat buah zakar tunangannya yang sudah meninggal dengan harapan, wanita itu dapat memiliki anak.

Pasangan tersebut bertemu pada bulan September 2015 dan memutuskan untuk bertunangan sebulan kemudian.

Mereka berencana menikah tahun ini dan tengah berusaha untuk memiliki anak.


Dalam keputusannya, Hakim Martin Burns mengingatkan bahwa sang wanita hanya memiliki waktu 24 jam sejak kematian tunangannya untuk mengangkat buah zakar sang pria jika ingin sperma pasangannya masih bisa dimanfaatkan untuk pembuahan.

"Putusan pengadilan tersebut akan membuka peluang pemberian ijin terhadap penggunaan bahan ter-ekstraksi," katanya.

"Jika sebuah permohonan untuk tujuan kesuburan tersebut disetujui, pihak pengadilan harus memastikan bahwa ijin tersebut tidak akan sia-sia."




Sejauh ini pihak penasehat hukum pria yang meninggal serta orang tuanya tidak menentang permohonan tersebut.

Pengadilan memutuskan buah zakar sang pria harus disimpan di fasilitas IVF pilihan sang wanita.

Namun sang wanita harus membuat permohonan berikutnya ke pengadilan untuk menggunakan sperma mendiang tunangannya tersebut. (Tribunnews.com)

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help