TribunJabar/

Puluhan Korban Tewas Dalam Kebakaran Pondok Pesantren di Malaysia Akan Dikubur Massal

Menurutnya, Departemen Agama Islam (JAWI) dan Federal wilayah agama Islam Council (MAIWP) akan menangani pemakaman . . .

Puluhan Korban Tewas Dalam Kebakaran Pondok Pesantren di Malaysia Akan Dikubur Massal
AP/Tribunnews.com
Anggota keluarga korban meninggal dunia dalam kebakaran Pondok Pesantren Darul Qur'an Ittifaqiyah di pinggiran ibukota Malaysia, Kamis (14/9/2017).(AP) 

TRIBUNJABAR.CO.ID, KUALA LUMPUR - 23 korban tewas dalam kebakaran di Pondok Pesantren Tahfiz Darul Quran Ittifaqiyah, di pinggiran ibukota Malaysia, Kamis (14/9/2017) pagi akan dikuburkan bersama-sama atau massal jika mendapat persetujuan dari keluarga.

Demikian Wakil Menteri di Departemen Perdana Menteri, Asyraf Wajdi Dusuki mengatakan kepada wartawan, seperti dilansir kantor Berita Malaysia, Bernama.

Menurutnya, Departemen Agama Islam (JAWI) dan Federal wilayah agama Islam Council (MAIWP) akan menangani pemakaman semua korban kebakaran tersebut.

Ia mengatakan peristiwa kebakaran tersebut menjadi kejadian yang terburuk selama bertahun-tahun di negeri jiran Malaysia.

"Jika persetujuan diperoleh, korban tewas akan dimakamkan di pemakaman Muslim Sakinah Raudatul di Karak," katanya kepada wartawan setelah mengunjungi tempat kebakaran di Tahfiz Darul Quran Ittifaqiyah.

Katanya pemakaman akan dilakukan segera setelah proses forensik selesai.


Sementara itu, katanya JAWI dan MAIWP juga akan memberikan bantuan yang diperlukan kepada para korban, termasuk penginapan sementara bagi para santri dan guru pondok pesantren.

Asyraf Wajdi mengatakan seorang konselor juga akan ditugaskan mendampingi setiap keluarga korban untuk membantu mereka dapat melalui trauma.

Sementara itu, ia menghimbau warga Malaysia untuk berhenti berbagi foto-foto korban yang terlibat dalam tragedi kebakaran tersebut.

"Dengan rasa kepercayaan dan tanggung jawab, silakan menghormati kesedihan dari anggota keluarga korban," katanya. (Tribunnews.com/Srihandriatmo Malau)

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help