TribunJabar/

Polres Bandung Siap Sisir Apotek dan Awasi Peredaran PCC di Kabupaten Bandung

Efek dari obat tersebut membuat pemakainya tak sadarkan diri, kemudian berhalusinasi dan mengamuk

Polres Bandung Siap Sisir Apotek dan Awasi Peredaran PCC di Kabupaten Bandung
Instagram
Korban PCC 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yudha Maulana

TRIBUNJABAR.CO.ID, SOREANG - Anggota Satnarkoba Polres Bandung akan menyisir apotek-apotek dan mengawasi secara ketat agar obat keras PCC tak masuk dan beredar di Kabupaten Bandung.

Bertambahnya, korban pengguna Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC) sebanyak 50 orang di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menyita perhatian publik belakangan ini.

Baca: Jam Unik Balik Bandung, Jarum Detiknya Dibuat Mundur ke Kiri Lho

Dilansir dari portal tribunnews.com, BNN Kendari mencatat ada 30 orang yang terdiri dari remaja dan orang dewasa menjadi korban setelah mengkonsumsi obat yang membuat mereka tak sadarkan diri.

Efek dari obat tersebut membuat pemakainya tak sadarkan diri, kemudian berhalusinasi dan mengamuk. Murid kelas 6 SD meninggal akibat obat tersebut.


Kasatnarkoba Polres Bandung, AKP Agus Susanto, mengatakan sejauh ini pihaknya belum menemukan laporan peredaran obat keras yang sangat berbahaya itu.

"Kami akan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan akan melakukan monitoring sebagai langkah antisipasi, dikhawatirkan obat tersebut beredar di wilayah kita," kata Agus saat dihubungi melalui ponselnya, Kamis (14/9/2017).

Agus menuturkan, selain melakukan penyisiran, pihaknya akan memperkuat penyuluhan ke sekolah-sekolah, karena dikhawatirkan obat tersebut menyasar pelajar.


Agus sendiri, belum mengetahui secara pasti bagaimana bentuk dari PCC, namun dari gejala yang di hasilkan, terindikasi obat tersebut tergolong obat yang keras.

"Kita akan cek nanti, obat ini diduga membuat penggunanya ketergantungan, keras banget dari berita yang beredar, saya belum bisa bercerita banyak karena belum menemukan dan memeriksa obat itu," katanya.

Di Kendari, peredaran PCC diduga didapatkan dari sumber yang berbeda. Kemasannya pun berbeda-beda, ada dalam bentuk minuman energi, wiski, bir, serta tablet. "Kami imbau agar orang tua mengawasi pergaulan anak-anaknya, agar tak terjerumus penggunaan PCC dan narkotika lainnya," ujarnya.

Penulis: Maulana Yudha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help