TribunJabar/

Musim Kemarau, Harga Sayuran di Pasar Tanjungsari Alami Penurunan

Kemarau panjang, harga sayuran justru mengalami penurunan hingga kembali ke harga normal.

Musim Kemarau, Harga Sayuran di Pasar Tanjungsari Alami Penurunan
Tribun Jabar/Seli Andina Miranti
Penjual sayuran di pasar Tanjungsari sedang membungkus dagangannya 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina Miranti

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Kemarau panjang, harga sayuran justru mengalami penurunan hingga kembali ke harga normal.

Penurunan harga berbagai jenis sayuran tersebut terjadi di pasar Tanjungsari dan pasar Jatinangor.

Menurut pantauan Tribun Jabar di dua pasar tersebut, Kamis (14/9/2017), harga sayuran rata-rata turun kembali ke harga awal sebelum harga meroket.

"Seperti harga selada bokor, asalnya kan sudah naik jadi tujuh ribu rupiah, sekarang kembali turun jadi empat ribu rupiah seperempatnya," ujar Dito Wahyu (26), penjual sayur di pasar Tanjungsari.


Bukan hanya sayuran yang harganya kembali ke harga semula, harga bumbu dapur pun kembali turun.

Seperti harga bawang merah, sebelumnya harga bawang merah meroket hingga sekira Rp. 55 ribu per kilonya, kini harga bawang merah sudah kembali turun menjadi Rp 40 ribu per kilo.

"Sudah semenjak beberapa minggu ini turun, efek musim kemarau, kalau bawang kan musim kemarau malah bagus," ujar Sulastri (34), penjual sayuran di pasar Jatinangor.

Dito dan Sulastri juga mengungkapkan, kemarau membuat kondisi sayuran menjadi lebih baik.


Sayuran lebih segar dan dalam keadaan kering sehingga tidak mudah membusuk, tidak seperti ketika musim hujan.

"Sayuran memang bagus kalau musim kemarau," ujae Dito Wahyu.

Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help