TribunJabar/

Kemarau, Harga Cabai Rawit Anjlok dari Rp 80 Ribu jadi Rp 20 ribu per Kilo

Bukan hanya harga cabe rawit, harga cabai jenis lainnya pun ikut turun, rata-rata harga cabai turuh hingga sepuluh ribu rupiah.

Kemarau, Harga Cabai Rawit Anjlok dari Rp 80 Ribu jadi Rp 20 ribu per Kilo
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Cabe keriting dan cabai hijau, Rabu (30/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina

TRIBUNJABAR.CO.ID, SUMEDANG - Kemarau panjang, harga cabe rawit justru anjlok lebih dari lima puluh persen.

Anjloknya harga cabe rawit tersebut terjadi di pasar Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.

Hal tersebut diungkapkan Dito Wahyu (26), penjual sayuran di pasar Tanjungsari, ketika ditemui Tribun Jabar di tempatnya berjualan, Kamis (14/9/2017).

"Harga cabai rawit sekarang sekira Rp 20 ribu per kilonya," ujar Dito Wahyu.

Padahal, sebelumnya harga cabai rawit melambung tinggi hingga Rp 80 ribu per kilonya.

Bukan hanya harga cabe rawit, harga cabai jenis lainnya pun ikut turun, rata-rata harga cabai turuh hingga sepuluh ribu rupiah.

Penurunan harga ini, menurut Mulyadi (50), penjual sayuran lainnya, sudah terjadi selama beberapa minggu terakhir ini, semenjak musim kemarau memasuki puncaknya.

"Jauh sekali turunnya, biasanya turun kan sedikit-sedikit, ini langsung turun sampai Rp 20 ribu," ujar Mulyadi.

Kondisi cabai pun dalam keadaan baik, kering dan tidak lembek sehingga tidak mudah busuk meskipun didiamkan berhari-hari.(*)

Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help