TribunJabar/

BPJS Kesehatan Cabang Soreang Jalin Kerja Sama dengan PHRI Kabupaten Bandung

Demi mewujudkan Universal Health Coverage 2019, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Soreang menjalin . . .

BPJS Kesehatan Cabang Soreang Jalin Kerja Sama dengan PHRI Kabupaten Bandung
TRIBUN JABAR/YUDHA MAULANA
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kabupaten Bandung, Use Juhaya (kiri) bersama Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Soreang, dr Irmajanti Lande Batara (tengah) usai penandatanganan MoU kerja sama PHRI Kabupaten Bandung dan BPJS Kesehatan Cabang Soreang di Hotel 88, Kopo, Kota Bandung, Kamis (14/9/2017). Kerja sama tersebut disaksikan oleh Kepala Seksi Perlindungan Jaminan Sosial Disnaker Kabupaten Bandung, Adid Nurullah. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yudha Maulana

TRIBUNJABAR.CO.ID, KOPO - Demi mewujudkan Universal Health Coverage 2019, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Soreang menjalin kerjasama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bandung.

Kerjasama tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani Kepala BPJS Kesehatan Cabang Soreang, dr Irmajanti Lande Batara dan Ketua PHRI Kabupaten Bandung, Use Juhaya di Hotel 88, Jalan Raya Kopo, Cirangrang, Kota Bandung pada Kamis (14/9/2017).

Penandatanganan kerjasama disaksikan oleh Kepala Seksi Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Banung, Adid Nurullah.

PHRI Kabupaten Bandung mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam memberikan jaminan kesehatan melalui program JKN - KIS.

Use mengatakan, perlindungan kesehatan merupakan salah satu hajat yang wajib dipenuhi. Termasuk bagi karyawan hotel dan restoran.

"Perusahaan itu seperti keluarga, tidak hanya bicara tentang karyawannya saja, tapi keluarga yang lainnya seperti istri dan anak-anaknya harus terjamin juga kesehatannya, itu untuk menumbuhkan ketenangan dalam bekerja," kata Use di sela-sela acara.


Use mengatakan, kesehatan merupakan sesuatu yang tak bisa ditawar-tawar lagi dan memengaruhi kinerja karyawan. Pasalnya, kinerja karyawan bisa terganggu jika salah satu anggota keluarganya sakit. Upah yang didapatkan harus dibagi untuk biaya kesehatan yang biayanya bisa tak terbatas.

"Dengan adanya perlindungan, membuat karyawan tenang dan betah bekerja dengan fasilitas BPJS Kesehatan JKN-KIS," katanya.

Halaman
12
Penulis: Maulana Yudha
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help