TribunJabar/

Kuliner Bandung

VIDEO: Nikmatnya Makan Seafood Di Dancing Crab, Fresh dan Tidak Bau Amis

di Dancing Crab, karena kepiting dimasak tidak lama setelah kepitingnya mati, maka bau amis tidak akan tercium.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Makanan laut paling nikmat dimakan ketika masih dalam kedaan fresh dan tidak lama dalam kondisi mati.

Itulah kelebihan dari Dancing Crab, sebuah restoran seafood spesialis kepiting.

Ketika memasuki restoran Dancing Crab, pembeli bisa memilih sendiri kepiting yang mana yang ingin disantap.

Restoran ini menyediakan kepiting Papua yang ukurannya tentu saja begitu besar dan dagingnya banyak untuk dinikmati.

Marketing Komunikasi Dancing Crab, Michelle Vania (28) menjelaskan untuk kepiting Papua biasanya memiliki ukuran seberat 1,2 kilogram.

"Harga kepiting Papua memang agak mahal karena dapatnya juga jauh dan ukuran tangannya besar, dagingnya banyak," ujar Vania di Dancing Crab, Jalan Sumatera No 21, Rabu (13/9/2017).


Vania juga menjelaskan kelebihan kepiting yang langsung dimasak ini adalah bau amis yang menempel setelah makan tidak akan tercium dan mudah hilang ketika dicuci.

Biasanya ketika makan seafood menggunakan tangan, bau amis akan terus menempel dan sulit untuk hilang dalam jangka waktu yang lama.

Namun di Dancing Crab, karena kepiting dimasak tidak lama setelah kepitingnya mati, maka bau amis tidak akan tercium.

Saat ini Dancing Crab menyediakan kepiting Jawa yang ukurannya lebih kecil dari kepiting Papua, sekira 500-600 gram saja.

Harga kepiting Jawa yang ditawarkan pun lebih murah dari kepiting Papua.

Cara memasak kepiting yaitu memotong bagian dada supaya langsung mati, keadaan kepiting yang aktif dan lincah membuatnya harus diikat supaya tidak mencapit.

Penasaran kan bagaimana nikmatnya kepiting segar bertabur bumbu cajun di Dancing Crab?

Penulis: Putri Puspita Nilawati
Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help