TribunJabar/

Kuliner Bandung

VIDEO: Mencicipi Kuliner Legendaris Kerak Telor Khas Betawi di Festival Ekonomi Syariah 2017

Hal yang unik dari kerak telor buatan Kang Dendi ini adalah kerak telornya digoreng tanpa minyak, tetapi menggunakan arang.

Panci yang digunakan untuk memasak kerak telor lalu dibolak-balik di atas bara api, hal ini dilakukan agar kerak telornya cepat matang.

Setelah siap saji, kerak telor buatannya diletakkan di secarik kertas di atas piring plastik.

Kerak telor yang telah siap, tampak berbentuk bulat ceper dengan bagian keriting di ujungnya.

Saat mencicipi kerak telornya, bagian ujungnya terasa garing, namun bagian tengahnya terasa empuk

Sedangkan beras ketannya, terasa padat berisi namun tidak keras.

Telor ayamnya sangat terasa, dan mampu membuat sensasi garing pada ujung kerak telornya.

Nah, bagi yang ingin menambah rasa pedas, Kang Dendi akan menambahkan potongan cabe rawit dan lada ke dalam adonan kerak telor sebelum dimasak.

Hal yang unik dari kerak telor buatan Kang Dendi ini adalah kerak telornya digoreng tanpa minyak, tetapi menggunakan arang.

Dendi mengaku, sudah sekitar tujuh tahun berkeliling Bandung untuk menjajakan makanan khas Betawi ini.

"Terkadang saya sering mangkal di sekolah-sekolah, pasar gasibu, dan pasar Jumat Pusdai," ujar Dendi.

Khusus saat Festival Ekonomi Syariah digelar di Bandung, Dendi tidak ketinggalan untuk menjajakan kerak telor buatannya.

Pada Fesyar 2017 yang digelar di Pusdai Bandung, dirinya sudah mangkal di sini sejak pukul 08.00 WIB.

Untuk satu porsi kerak telor buatan Dendi, dihargai Rp 15.000 per porsinya.

Penulis: Fasko dehotman
Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help