TribunJabar/

Sri Mulyani Sarankan Muhammadiyah Kembangkan Unit Usahanya di Bidang Ini

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani menyarankan Jaringan Saudagar Muhammadiyah mengembangkan unit usahanya.

Sri Mulyani Sarankan Muhammadiyah Kembangkan Unit Usahanya di Bidang Ini
TRIBUNJABAR.CO.ID/THEOFILUS RICHARD
Sri Mulyani saat menjadi keynote speaker dalam acara Jaringan Saudagar Muhammadiyah, di Hotel Savoy Homann, Rabu (13/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG – Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani menyarankan Jaringan Saudagar Muhammadiyah mengembangkan unit usahanya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, unit usaha Muhammadiyah pada awalnya adalah lembaga pendidikan dan rumah sakit.

“Muhammadiyah platform awalnya pendidikan dan kesehatan. Punya Rumah Sakit banyak , perguruan tinggi banyak. Saya ngga membayangkan kenapa Muhammadiyah tidak memunculkan jasa asuransi pendidikan dan kesehatan,” ujar Sri Mulyani saat menjadi keynote speaker pada acara Rakernas Mek dan Silaturrahim kerja Nasional Jaringan Saudagar Muhammadiyah di Hotel Savoy Homan, Bandung, Rabu (13/9/2017).

Menurutnya, peluang Muhammadiyah untuk mengembangkan unit usaha pendidikan dan rumah sakit terbuka lebar.


Ia menyarankan seluruh ‘rantai’ yang berhubungan dengan pendidikan dan rumah sakit seluruhnya digabungkan, kemudian membuat sebuah korporasi.

Sri Mulyani juga mengatakan saran itu ia lontarkan karena berkaca pada sebuah grup perusahaan yang menggarap seluruh ‘rantai’ usaha yang berhubungan dengan kehidupan seseorang.

Perusahaan tersebut memiliki rumah sakit, asuransi kesehatan, asuransi pendidikan, dan lain-lain.

“Itu berhubungan dengan kehidupan manusia. Dari orang lahir , terus sekolah, kalau sakit masuk rumah sakit sampai dia mati. Itu kan permintaanya predictable, kemudian dia memikirkan dalam bentuk business model,” kata Sri Mulyani.

Jika Muhammadiyah berhasil mengembangkan sektor usaha tersebut, bukan tidak mungkin unit-unit usaha Muhammadiyah akan masuk ke dalam pasar modal.

“Saya bayangkan , perguruan-perguruan tinggi Muhammadiyah kita korporasikan. (Mahasiswa) Yang tidak mampu tetap kita jamin. Kalau corporate governance-nya diperbaiki, kenapa Muhammadiyah tidak melakukan listing di capital market (pasar modal),” ujar Sri Mulyani.

Kehadiran Sri Mulyani di Hotel Savoy Homan adalah dalam rangka menjadi keynote speaker pada acara Rakernas Mek dan Silaturrahim kerja Nasional Jaringan Saudagar Muhammadiyah.

Usai menjadi keynote speaker pada acara tersebut, Sri Mulyani langsung kembali ke Jakarta. (*)

Penulis: Theofilus Richard
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help