TribunJabar/

Sri Mulyani Anggap Generasi Milenial Menjadi Kunci Perubahan Ekonomi

Perilaku Generasi Y atau Generasi Milenial menjadi kunci perubahan ekonomi, termasuk pola konsumsi dan pola produksi di era teknologi seperti saat ini

Sri Mulyani Anggap Generasi Milenial Menjadi Kunci Perubahan Ekonomi
TRIBUNJABAR.CO.ID/THEOFILUS RICHARD
Sri Mulyani saat menjadi keynote speaker dalam acara Jaringan Saudagar Muhammadiyah, di Hotel Savoy Homann, Rabu (13/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG – Perilaku Generasi Y atau Generasi Milenial menjadi kunci perubahan ekonomi, termasuk pola konsumsi dan pola produksi di era teknologi seperti saat ini.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani.

Ia mengatakan dampak dari teknologi yang semakin maju adalah kepraktisan dalam transaksi jual beli.

“Jasa pengiriman naik luar biasa tinggi. Kalau kita tahu arusnya begini, jangan dilawan, kita tunggangin. Bentuk nya seperti apa? Perhatikan saja perilaku generasi milenial,” ujar Sri Mulyani saat menjadi keynote speaker pada acara Rapat Kerja Nasional Majelis Ekonomi dan Silaturahim Kerja Nasional Jaringan Saudagar Muhammadiyah di Hotel Savoy Homann, Rabu (13/9/2017).

Perilaku generasi milenial saat ini berbeda jauh dengan perilaku generasi di era 20-30 tahun lalu.


Menurut Sri Mulyani, ukuran kesuksesan generasi milenial pun tidak lagi bertumpu pada kepemilikan mobil atau rumah.

“Kalau saya tanya anak saya, mau punya mobil atau tidak, dia jawab, ‘buat apa punya mobil? Kan ada Uber’,” kata Sri Mulyani menyontohkan perilaku generasi milenial.

Konsep utama pola konsumsi generasi milenial, menurut Sri Mulyani adalah konsep mobilitas.

Sehingga, seorang yang ingin menikmati jasa, tidak perlu untuk memilikinya secara penuh karena ada konsep sharing yang dapat diakses melalui gadget yang canggih.

Sri Mulyani juga mengatakan saat ini pemerintah banyak berinvestasi pada sektor infrastruktur untuk mendukung konsep mobilitas yang digunakan generasi milenial.

“Kalau sekarang pemerintah investasi di bidang infrastrukutr, entah itu jalan raya yang connecting, airport, kemudian berbicara mengenai masalah telekomunikasi, itu karena zaman sudah meminta,” ujarnya.

Penulis: Theofilus Richard
Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help