TribunJabar/

Ribuan Hektar Sawah di Bandung Timur Terancam Gagal Panen Akibat Kemarau Panjang

Tanah menjadi kering dan pecah-pecah sehingga para petani harus menggunakan mesin penyedot air untuk dapat mengairi sawah mereka.

Ribuan Hektar Sawah di Bandung Timur Terancam Gagal Panen Akibat Kemarau Panjang
TRIBUNJABAR.CO.ID/SELI ANDINA
Sawah di Desa Sukamanah yang terancam gagal panen akibat kemarau panjang, Rabu (13/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina

TRIBUNJABAR.CO.ID, SUMEDANG - Ribuan hektar sawah di Bandung Timur terancam gagal panen akibat kemarau panjang tahun ini.

Tanah menjadi kering dan pecah-pecah sehingga para petani harus menggunakan mesin penyedot air untuk dapat mengairi sawah mereka.

Menurut pantauan Tribun Jabar di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Rabu (13/9/2017), ribuan hektar sawah di Desa Rancaekek Wetan dan Desa Sukamanah mulai terancam gagal panen akibat kemarau.

"250 hektar-an di desa Rancaekek Wetan dan ribuan hektar di desa Sukamanah, tanah juga sudah pecah-pecah," ujar H Sobana (74), petani asal desa Rancabatok, Rancaekek.

Petani kini terpaksa menyedot air yang telah terkontaminasi limbah pabrik untuk mengairi sawah mereka.


Padahal air limbah pabrik sangat buruk untuk keadaan padi, namun para petani tidak lagi memiliki pilihan, air tanah sudah benar-benar kering.

Kebanyakan sawah masih harus menunggu sekira satu bulan lagi untuk dapat dipanen, sehingga para petani harus memutar otak untuk mengairi sawah mereka.

"Sudah bingung ini juga, air sudah kering sekali," ujar H Sobana.

Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help