TribunJabar/

Pembiayaan Syariah di Jabar Didominasi untuk Kegiatan Konsumsi

Kondisi perkembangan keuangan syariah di Jawa Barat yang terpantau pada triwulan II 2017, mengalami peningkatan.

Pembiayaan Syariah di Jabar Didominasi untuk Kegiatan Konsumsi
Tribun Jabar/Fasko Dehotman
Pengunjung tampak antusias melihat-lihat dan memilih barang di stan ekonomi kreatif dalam Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) 2017, Rabu (13/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fasko Dehotman

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak secara nasional yakni 46,5 juta orang dan 98 persennya beragama Islam, Jawa Barat memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Kepala Perwakilan BI Jabar, Wiwiek Sisto Widayat menuturkan, Jawa Barat memiliki jumlah faktor sumber daya manusia yang sangat potensial untuk dikembangkan dan diarahkan menjadi sumber daya insani.

"Sumberdaya tersebut sebagai penggerak utama pengembangan ekonomi syariah di Indonesia, ujar Wiwiek, saat menyambaikan sambutannya di Bale Asri Pusdai, Rabu (13/9/2017).

"Meski demikian, penetrasi pemanfaatan layanan jasa keuangan syariah di Jawa Barat masih perlu ditingkatkan," tambah Wiwiek.

Menurut Wiwiek, hal ini tercermin dari pangsa pemanfaatan layanan jasa pembiayaan perbankan syariah di Jawa Barat.

Dari keseluruhan total kredit perbankan di Jawa Barat, masih relatif kecil, yakni 8,4%.


"Saya rasa sudah cukup lebih baik, dibandingkan dengan pangsa pemanfaatan layanan jasa pembiayaan perbankan syariah nasional, terhadap total kredit perbankan nasional yang baru mencapai 5,9%," jelas Wiwiek.

Di sisi lain, kondisi perkembangan keuangan syariah di Jawa Barat yang terpantau pada triwulan II 2017, mengalami peningkatan.

Halaman
12
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help