TribunJabar/

Mau Jadi Peserta FIKSI ? Nih Prosesnya, Ternyata Lumayan Panjang Lho

Menjadi peserta pada Festival dan Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia atau FIKSI yang menjadi ajang rutin Kemendikbud . . .

Mau Jadi Peserta FIKSI ? Nih Prosesnya, Ternyata Lumayan Panjang Lho
TRIBUN JABAR/Ferry Fadhlurrahman
Sebuah aplikasi karya satu di antara peserta FIKSI yang dipamerkan di Braga City Walk, Bandung, Rabu (13/9/2017). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Ferry Fadhlurrahman

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Menjadi peserta pada Festival dan Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia atau FIKSI yang menjadi ajang rutin Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bukanlah perkara mudah.

Ada proses panjang hingga akhirnya sebuah karya ditampilkan di Expo FIKSI.

"Expo ini adalah acara final. Sebelumnya sekitar enam bulan ada seleksi. Bahkan kita mulai pendaftaran dari tahun lalu," ujar Asep Sukmayadi, Kepala Seksi Bakat dan Prestasi Direkorat Pembinaan SMA Kemdikbud, pada TribunJabar.co.id pada Rabu (13/9/2017).

Proses seleksi pun tidak mudah.

Dari awal pendaftaran memang harus sudah ada ide matang yang bisa dikembangkan menjadi karya.


Tahun ini ada sekitar 700 karya yang terdaftar di FIKSI.

Namun hanya ada 75 karya yang akhirnya ditampilkan di Bandung.

Seorang peserta, M Anindita, Siswa SMA 1 Wonosobo, yang membuat sebuah aplikasi pengenalan budaya tradisional mengatakan bahwa ia dan tim harus melakukan pengembangan selama satu bulan penuh.

"Kurang lebih bikin aplikasi itu satu bulan. Satu minggu buat desain dan penyelesaiannya satu bulan," ujar Anindita.

Karena karya-karya yang dihasilkan oleh anak-anak SMA ini adalah sebuah karya orisinal yang masuk ke dalam dua kategori.

Yaitu kategori wirausaha rintisan atau sudah ada barangnya dan kategori ide atau hanya berbentuk gagasan, yang nantinya dibantu masalah pengembangannya.

Namun, kebanyakan dari peserta membuat produk sendiri dan hanya dibantu oleh pembina di sekolahnya masing-masing.

Setelah lolos, barulah ada rencana dari pihak Kementerian Pendidikan dan Budaya untuk mengembangkan produk anak bangsa. (*)

Penulis: Ferry Fadhlurrahman
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help