TribunJabar/

Jangan Buang Sembarangan, Minyak Jelantah Itu Ada Pengumpulnya, Bahkan Ada Asosiasinya

Pantauan Apjeti, kata Tatang, selama ini banyak penjual gorengan menjual minyak bekas itu ke orang tak dikenal

Jangan Buang Sembarangan, Minyak Jelantah Itu Ada Pengumpulnya, Bahkan Ada Asosiasinya
Dok tribun
Minyak jelantah 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.CO.ID, PURWAKARTA - Asosiasi Pengumpul Minyak Jelantah Indonesia (Apjeti) DPD Purwakarta mengimbau warga, agar tidak membuang dan menjual minyak jelantah atau minyak bekas pakai ke sembarang orang.

Selama ini, banyak pihak kebingungan kemana membuang minyak bekas pakai itu. Kemudian muncul dua pilihan, membuang minyak jelantah atau menjual minyak bekas penggorengan itu. Keduanya memiliki risiko.

Baca: Kepergok Bareng Atalarik Lagi, Vonny Cornelia Ngaku Sedang Kasmaran dan Pamer Cincin di Jari Manis

"Membuang minyak jelantah ke alam jadi pencemaran lingkungan. Ke tanah misalnya, kimianya tidak terurai. Menjual ke sembarang orang, minyak jelantah bisa disalahgunakan didaur ulang kembali padahal itu tindak pidana. Makanya kami minta agar tidak dibuang atau dijual ke sembarang orang," ujar Ketua DPD Apjeti Purwakarta, Tatang di Jatiluhur, Purwakarta, Rabu (13/9/2017).


Pantauan Apjeti, kata Tatang, selama ini banyak penjual gorengan menjual minyak bekas itu ke orang tak dikenal dengan dalih untuk membuat bio diesel. Harganya pun cukup fantastis.

"Saya sering advokasi, penjual gorengan, misalnya. Saya tanya minyak jelantahnya dikemanakan, ada yang dijual, apa ada jaminan pembeli minyak jelantahnya tidak disalahgunakan untuk didaur ulang untuk dijual lagi," ujar Tatang.

Ia menyebut, tahun lalu, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPM) menyita jeriken berisi minyak jelantah di Kabupaten Sumedang untuk kemudian dijual kembali.


"Faktanya demikian, di Sumedang pernah terungkap penyalahgunaan minyak jelantah. Padahal minyak jelantah hanya bisa digunakan untuk satu hingga dua kali penggorengan," katanya.

Pihaknya di Apjeti Purwakarta siap menampung minyak jelantah untuk kemudian didaur ulang jadi energi terbarukan. "Kami tampung minyak jelantah untuk didaur ulang tapi bukan untuk jadi penggorengan lagi, tapi untuk didaur ulang jadi energi terbarukan," katanya.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help