TribunJabar/

Ini 8 Kabupaten/Kota di Jabar yang Terancam Bencana Kekeringan

Aher mengatakan pihaknya bersama pemerintah pusat dan kabupaten atau kota telah membuat langkah antisipasi bencana kekeringan

Ini 8 Kabupaten/Kota di Jabar yang Terancam Bencana Kekeringan
Dok tribun
Ilustrasi kekeringan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberlakukan status siaga darurat bencana kekeringan di delapan kabupaten dan kota di Jawa Barat. Namun, dampak kekeringan tahun ini dinilai tidak separah kekeringan pada dua tahun sebelumnya.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan delapan daerah yang mendapat status siaga kekeringan adalah Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Sukabumi, Kota Banjar, dan Kota Tasikmalaya.

Baca: Ingat Hapidin Pesepakbola yang Jual Sepatu Emasnya karena Butuh Uang? Begini Nasibnya Sekarang

"Kekeringan di Jabar ini termasuk kemarau biasa, ada daerah yang sudah lebih dari 60 hari tidak hujan (siaga darurat kekeringan), ada yang kurang dari 60 hari. Kekeringan ini diperkirakan akan berakhir pada akhir September 2017 sehubungan dimulainya musim hujan kembali," kata Gubernur yang akrab disapa Aher ini di Gedung Sate, Rabu (13/9/2017).

Aher mengatakan pihaknya bersama pemerintah pusat dan kabupaten atau kota telah membuat langkah antisipasi bencana kekeringan. Bukan hanya untuk mengatasi dampak kekeringan terhadap lahan pertanian, namun juga dampak krisis air bersih.


Penanggulangan kekeringan untuk lahan pertanian, katanya, dengan cara memberikan bantuan pompa. Dengan pompa, air dari sungai dipompa ke lahan pertanian yang kering, biasanya berada di atas permukaan air sungai. Sedangkan, antisipasi krisis air bersih dilakukan dengan cara pembuatan sumur.

"Bekerja sama dengan PDAM setempat, kita salurkan bantuan air bersih kepada masyarakat. Atau kita bantu dengan membuat sumur dan mengalirkan air dari mata air ke permukiman warga," katanya.

Akibat kekeringan tahun ini, katanya, sebanyak 139 hektare sawah mengalami gagal panen atau puso. Dari jumlah tersebut, 135 di antaranya berada di Indramayu. Sedangkan sisanya tersebar di kabupaten dan kota lain di Jawa Barat.

Halaman
12
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help