TribunJabar/

Biaya Penggarapan Sawah Melambung Hingga 30 Persen Akibat Kemarau Panjang

Para petani harus menyedot air untuk mendapatkan air untuk mengairi sawah mereka. Akibatnya, biaya . . .

Biaya Penggarapan Sawah Melambung Hingga 30 Persen Akibat Kemarau Panjang
TRIBUNJABAR.CO.ID/SELI ANDINA
Sawah di Desa Sukamanah yang terancam gagal panen akibat kemarau panjang, Rabu (13/9/2017). 

Menurutnya, biaya pengarapan melambung tinggi karena kini petani barus mengeluarkan uang bahkan untuk mendapatkan air bagi sawah mereka.

"Satu hektar jadi bisa menghabiskan biaya sampai Rp. 13 juta gara-gara kemarau," ujar Sri Hayati.

Untuk membeli airnya saja, H Sobana mengungkapkan, dirinya harus merogoh kocek hingga tiga juta rupiah untuk bisa mendapatkan air limbah selama satu bulan.


Sementara air tersebut masih harus disedot oleh mesin penyedot air, biaya untuk bahan bakar mesin penyedot air bisa sampai delapan liter bensin untuk satu hari.

"Padahal ini nanti hasilnya itu akan berkurang, tidak akan sebanyak tahun lalu," ujar H Sobana.

Ini, menurutnya, karena air yang digunakan adalah air limbah sehingga banyak sawah akan mengalami puso.

H Sobana dan Sri Hayati berharap pemerintah dapat memberikan bantuan air bagi para petani yang mengalami kekeringan agar sawah terhindar dari puso dan gagal panen.

"Seminggu sekali saja juga tidak apa-apa, atau lebih bagus lagi sekalian hujan buatan, tidak apa-apa," ujar H Sobana. (*)

Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help